Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa proyek reaktivasi jalur kereta api mati akan difokuskan secara signifikan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah sepanjang tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk memodernisasi sektor perkeretaapian, dengan tujuan utama dekarbonisasi dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Pernyataan ini disampaikan Dudy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/1/2026).
Meskipun demikian, Dudy menegaskan bahwa implementasi reaktivasi ini akan sangat bergantung pada ketersediaan alokasi anggaran. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali jalur-jalur tersebut, mengingat kereta api adalah salah satu moda transportasi publik yang paling diminati masyarakat karena efisiensi dan harga yang terjangkau. "Tentu kita harus realistis dengan anggaran yang ada, namun keinginan kami untuk mereaktivasi jalur kereta api sangat besar. Ini adalah transportasi yang sangat digemari dan terjangkau," jelasnya.
Sejalan dengan visi ini, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Fokus koordinasi tersebut meliputi peningkatan jumlah gerbong serta elektrifikasi sistem perkeretaapian nasional.

Related Post
AHY menjelaskan urgensi pengembangan kereta api ini, merujuk pada data bahwa sektor transportasi berkontribusi 22% terhadap total emisi karbon, dengan 89% di antaranya berasal dari transportasi darat. Penambahan kapasitas dan elektrifikasi kereta diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Lebih lanjut, reaktivasi jalur kereta di Jawa tidak hanya ditujukan untuk mobilitas penumpang, tetapi juga sebagai tulang punggung angkutan logistik, yang secara signifikan akan mengurangi beban jalan raya dan menekan praktik truk kelebihan muatan (Over Dimension Overload/ODOL).
"Kami telah berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan dan KAI mengenai rencana penambahan gerbong kereta listrik. Ini adalah langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi di jalan raya," ujar AHY, saat ditemui di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, pada Senin (26/1/2026). Proyek ambisius ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan efisiensi transportasi nasional.








Tinggalkan komentar