Terungkap! Misi Berat Rosan dari Prabowo: Rp13.000 T!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memberikan arahan strategis kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani. Arahan ini berfokus pada upaya masif menarik investasi asing ke Indonesia. Rosan menyampaikan detail pesan tersebut usai melapor di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa.

Prioritas utama dari pesan Prabowo, menurut Rosan, adalah memastikan setiap investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan sebanyak-banyaknya bagi masyarakat Indonesia. "Investasi yang masuk ini, ya dari segi yang tadi saya sampaikan, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas. Itu arah Bapak Presiden," tegas Rosan, mengutip arahan langsung dari Kepala Negara.

Terungkap! Misi Berat Rosan dari Prabowo: Rp13.000 T!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi. Ia secara tegas meminta agar tidak ada lagi peraturan yang justru menghambat laju investasi. "Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat. Peraturan-peraturan kita yang justru menghambat. Pertek-pertek itu juga harus, kata Bapak Presiden, itu juga kalau menghambat tidak perlu ada," jelas Rosan. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

COLLABMEDIANET

Dalam upaya perbaikan regulasi, pemerintah akan menjadikan standar operasional dari negara-negara ASEAN serta acuan dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sebagai patokan. "Benchmarking-nya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD dan yang lain-lainnya. Jadi itu sih arah Bapak Presiden," imbuh Rosan.

Rosan juga mengungkapkan target ambisius yang diemban kementeriannya: menjaring investasi sebesar Rp 13.000 triliun hingga tahun 2029. Angka ini jauh melampaui realisasi investasi selama satu dekade terakhir. "Kalau kami bandingkan dalam 10 tahun terakhir dari tahun 2014-2024, investasinya yang masuk kurang lebih Rp 9.100 triliun," paparnya.

Dengan target Rp 13.000 triliun dalam lima tahun (2025-2029), peningkatan yang diharapkan memang sangat signifikan. "Jadi peningkatannya memang cukup signifikan," pungkas Rosan, menandakan bahwa pemerintahan mendatang akan bekerja keras untuk mencapai lonjakan investasi yang masif demi kemajuan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar