Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Program subsidi untuk pembelian motor listrik dipastikan berlanjut tahun ini, membawa angin segar bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah akan memberikan subsidi sebesar Rp 5 juta per unit motor listrik, meskipun angka tersebut masih dalam tahap pembahasan akhir dan berpotensi berubah.
Purbaya, saat ditemui di Gedung BPPK Jakarta pada Jumat (24/4/2026), menjelaskan bahwa implementasi program ini akan dilakukan secara bertahap dan tidak semua unit akan langsung mendapatkan subsidi. "Tahun ini. Ya nggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin 5 juta per motor, Rp 5 juta atau lebih. Kita lihat, nggak tahu. Ini kan masih awal nih," ujarnya, mengisyaratkan fleksibilitas dalam besaran subsidi yang akan diberikan.

Ia menambahkan bahwa rincian mengenai jumlah motor yang akan disubsidi masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak. "Nanti berapa jumlah motor yang disubsidi masih dipertimbangkan. Tapi yang jelas saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko, dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," jelas Purbaya, menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dalam perumusan kebijakan ini.

Related Post
Konfirmasi ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Redaksibengkulu.co.id mencatat, Bahlil pada Kamis (5/3/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa biaya konversi mesin motor BBM menjadi listrik kini semakin terjangkau, berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 6 jutaan.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," kata Bahlil. Ia juga menyebutkan potensi bentuk subsidi serupa dengan program sebelumnya, namun formulasinya masih dikaji oleh satuan tugas khusus transisi energi yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," pungkas Bahlil, menegaskan komitmen pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.


Tinggalkan komentar