Strategi Ganda Energi RI: Rusia Masuk, AS Tetap Diburu!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Indonesia tengah menjalankan strategi diversifikasi pasokan energi yang ambisius. Meskipun telah mencapai kesepakatan impor 150 juta barel minyak dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, Jakarta secara aktif tetap "bergerilya" mencari tambahan pasokan dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mengamankan kebutuhan energi nasional dari berbagai sumber.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Impor dari Negeri Paman Sam merupakan bagian integral dari kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di awal tahun. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengonfirmasi bahwa PT Pertamina (Persero) telah menugaskan tim khusus yang kini berada di AS. Mereka bernegosiasi langsung dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan pengiriman pasokan minyak secepatnya ke Indonesia.

Strategi Ganda Energi RI: Rusia Masuk, AS Tetap Diburu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami memiliki komitmen kuat dengan Amerika Serikat," terang Yuliot di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri dan beberapa duta besar pagi itu juga membahas komitmen tersebut. "Tim Pertamina sedang di Amerika untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang mampu memasok kebutuhan kita dalam waktu singkat, termasuk skema pengirimannya. Harapan kami, berbagai sumber ini dapat memenuhi kebutuhan minyak mentah dan LPG domestik," jelas Yuliot, menekankan pentingnya diversifikasi sumber.

COLLABMEDIANET

Yuliot juga mengungkapkan bahwa kerja sama pembelian minyak dan LPG dengan AS sebenarnya telah terjalin sebelum perjanjian ART. Sebagai gambaran, dari total impor LPG Indonesia yang mencapai sekitar 7 juta ton, sekitar 60% di antaranya sudah berasal dari Amerika. Dengan adanya perjanjian ART, volume impor dari AS diharapkan akan meningkat signifikan, baik untuk minyak mentah maupun LPG. "Ini yang sedang didetailkan oleh teman-teman Pertamina," pungkasnya.

Sebagai informasi, kesepakatan impor migas dari AS ini bernilai fantastis, mencapai US$15 miliar atau setara Rp 253,32 triliun (dengan kurs Rp 16.888), yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ART.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip politik dan ekonomi bebas aktif. Filosofi ini memungkinkan Indonesia untuk menjalin kerja sama dagang dengan negara manapun yang bersedia, termasuk Rusia, Afrika, atau Nigeria. "Yang jelas kita kedepankan politik bebas aktif. Dalam politik itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita bisa belanja dengan siapa saja dengan negara yang sudah kita ajak kerja sama termasuk Rusia, Afrika, Nigeria," ujar Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026) yang lalu.

Meski demikian, Bahlil juga menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menghargai dan melanjutkan kerja sama pembelian energi yang telah disepakati dengan Amerika Serikat dalam perjanjian dagang ART. "Dan lebih khusus yang kita hargai juga perjanjian kita dengan Amerika," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan baik dengan semua mitra dagang strategis.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar