Minyak Dunia Melejit! Negosiasi AS-Iran Gagal Total, Trump Bikin Panas!

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Gejolak diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu lonjakan harga minyak mentah global, dengan kenaikan mencapai 2%. Pembatalan mendadak negosiasi damai putaran kedua oleh Presiden AS Donald Trump menjadi pemicu utama, di tengah laporan memanasnya situasi di Selat Hormuz akibat dugaan penghadangan kapal kargo oleh Garda Revolusi Iran.

Data terkini menunjukkan, harga minyak mentah jenis Brent melonjak signifikan, melampaui 2% dan mencapai US$ 107,89 per barel pada pukul 18:27 waktu setempat. Senada, minyak mentah AS (West Texas Intermediate) turut meroket lebih dari 2%, menembus angka US$ 96,63 per barel. Kenaikan ini mengindikasikan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Minyak Dunia Melejit! Negosiasi AS-Iran Gagal Total, Trump Bikin Panas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rencana perundingan damai putaran kedua, yang sedianya akan dilangsungkan di Islamabad, Pakistan, kini dipastikan kandas. Keputusan mengejutkan datang langsung dari Gedung Putih, di mana Presiden Trump secara sepihak membatalkan pengiriman utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke ibu kota Pakistan tersebut. Pembatalan ini terjadi di tengah upaya komunitas internasional untuk meredakan ketegangan yang kian memanas antara kedua negara.

COLLABMEDIANET

Melalui platform media sosial Truth Social pada Senin (27/4/2026), Trump menjelaskan alasannya. Ia berdalih, "Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Lagi pula, terjadi pertikaian hebat dan kebingungan di dalam jajaran ‘kepemimpinan’ mereka." Dengan nada tegas, mantan Presiden itu menegaskan dominasi AS, menyatakan, "Kita memegang semua kartu as. Kalau mereka mau bicara, tinggal telepon saja!"

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memang dilaporkan telah mengunjungi Islamabad pada akhir pekan lalu. Namun, kunjungannya hanya terbatas pada pertemuan dengan para pejabat Pakistan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melalui unggahan media sosialnya, secara eksplisit menyatakan, "Tidak ada rencana pertemuan yang akan berlangsung antara pihak Iran dan AS." Pernyataan ini semakin memperjelas kebuntuan diplomatik yang terjadi.

Ketegangan yang terus memuncak di Timur Tengah, ditambah dengan kebuntuan diplomatik ini, diperkirakan akan terus memberikan tekanan pada pasar energi global. Investor kini mencermati setiap perkembangan, khawatir akan potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu pasokan minyak dunia secara lebih luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar