Author Image

Hadi Wibawa

20 September 2026, 08:25 WIB

Heboh! Pesawat Militer Asia ‘Ngantri’ Servis di Bandung

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), kini menjadi sorotan di kancah internasional. Perusahaan yang berbasis di Bandung ini sukses mengembangkan bisnis perawatan mesin pesawat hingga menembus pasar Asia Pasifik, bahkan dipercaya oleh angkatan bersenjata sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Nicki Subianto, VP Business Development & Marketing NTP, mengungkapkan bahwa kapabilitas NTP sangat diakui, bahkan mampu mendukung kebutuhan mesin pesawat militer dari berbagai negara tersebut. NTP sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang maintenance, repair, and overhaul (MRO) mesin pesawat. Namun, cakupannya tak hanya itu, perusahaan juga melayani perawatan mesin turbin gas, turbin uap industri, hingga berbagai peralatan berputar (rotating equipment).

Dalam pameran TNI Fair 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, NTP memamerkan berbagai mesin dan mock-up engine yang menjadi keahlian mereka. Salah satunya adalah mesin Honeywell TPE331, yang dikenal digunakan pada pesawat CN235 dan NC212 buatan PTDI. "Kami memperlihatkan engine-engine apa saja yang mampu kami tangani, mulai dari brosur hingga detailnya," ujar Subianto kepada redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (19/9/2026).

Keunggulan NTP tak lepas dari sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) yang diperoleh langsung dari Original Equipment Manufacturer (OEM) untuk beberapa jenis mesin. Bahkan, untuk tipe engine tertentu yang dipamerkan, NTP merupakan satu-satunya AMC di Indonesia. Selain itu, sertifikasi internasional dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat juga telah dikantongi, memungkinkan NTP melayani operator dari berbagai negara, termasuk Thailand, Nepal, dan Kanada.

Pasar NTP kini memang tak lagi didominasi domestik. Meskipun mayoritas bisnisnya masih berasal dari sektor militer, pelanggan dari luar negeri terus bertambah. Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah menjalin kontrak jangka panjang dengan NTP. Di Thailand, pelanggan NTP antara lain Royal Thai Air Force dan Royal Thai Navy. Sementara itu, di Korea Selatan, Korean Coast Guard dan Korean Air Force juga mempercayakan perawatan mesin mereka kepada NTP. "Kalau Korea, ada Korean Coast Guard, ada Korean Air Force. Itu juga engine-nya ini, ke kami," tambah Subianto.

Tak hanya puas dengan bisnis MRO, NTP juga menunjukkan visi ke depan dengan mulai mengembangkan mesin untuk drone atau pesawat tanpa awak. Langkah ini diambil melihat pertumbuhan pesat penggunaan drone dan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di industri penerbangan global. "Ke depannya, kami akan memulai manufaktur engine drone. Kami coba, karena drone sedang booming," terang Subianto. Selain itu, pengembangan mesin Rolls-Royce Allison 556 untuk pesawat Hercules juga sedang dalam tahap pengerjaan, menunjukkan komitmen NTP dalam inovasi dan ekspansi kapabilitas.

Related Post