Terungkap! Dalang di Balik Pedasnya Harga Cabai Rawit
Redaksibengkulu.co.id – Kabar kurang sedap datang dari dapur-dapur rumah tangga di seluruh Indonesia. Harga cabai, khususnya cabai rawit merah, kini melambung tinggi, bahkan nyaris menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram. Situasi ini memicu kekhawatiran, dan Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, angkat bicara mengungkap penyebab di balik kenaikan drastis ini.

Menurut Abdul Hamid, lonjakan harga ini terasa signifikan di berbagai tingkatan. Di tingkat petani, harga cabai rawit merah sudah mencapai kisaran Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Angka ini kemudian membengkak saat sampai ke tangan konsumen di pasar, di mana cabai rawit merah bisa dibanderol antara Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. "Cabai rawit memang ada kenaikan ya. Kenaikan di petani itu sekitar Rp 60.000 per kg sampai Rp 65.000 per kg. Jadi pas sampai (masyarakat) Rp 100. Jadi memang kondisi pasar ini sekarang," ujarnya saat dihubungi Redaksibengkulu.co.id pada Minggu (20/9/2026).
Also Read
Hamid menjelaskan, pemicu utama kenaikan harga ini adalah terbatasnya pasokan di pasar. Produksi cabai saat ini didominasi oleh wilayah dataran rendah, sementara sentra-sentra produksi di dataran tinggi justru mengalami kekosongan. "Nah sementara produksi, produksi ini sekarang hanya ada di dataran rendah, kalau dataran tinggi sudah nggak ada lagi," terang Hamid.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca kemarau berkepanjangan yang melanda. Jika situasi iklim seperti ini terus berlanjut hingga November, Abdul Hamid memperingatkan bahwa harga cabai berpotensi terus merangkak naik. Penanaman baru yang diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November mendatang pun tidak akan serta-merta menambah stok secara signifikan, lantaran masih terfokus di dataran rendah. Harapan untuk kondisi normal diproyeksikan pada Desember-Januari, namun di periode tersebut, tantangan musim hujan justru menanti.
"Kalau seandainya nggak ada (produksi yang cukup), gagal semua ya bisa-bisa sampai Rp 100.000-Rp 120.000/kg (di masyarakat), di petani ya Rp 70.000-Rp 80.000/kg," imbuhnya, menggambarkan skenario terburuk jika pasokan semakin menipis.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Minggu (20/9/2026) turut mengkonfirmasi tren kenaikan ini. Cabai menjadi komoditas pangan dengan lonjakan harga tertinggi. Tercatat, cabai merah keriting melonjak 9,42% atau sekitar Rp 5.950 per kg, mencapai Rp 69.100 per kg. Cabai rawit merah juga tidak ketinggalan, naik 6,78% atau Rp 6.100 per kg, bertengger di angka Rp 96.100 per kg. Sementara itu, cabai merah besar mengalami kenaikan 6,23% (Rp 3.400 per kg) menjadi Rp 58.000 per kg, dan cabai rawit hijau naik 4,81% (Rp 3.100 per kg) menjadi Rp 67.600 per kg.
Dengan kondisi produksi yang terhambat dan cuaca yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi potensi harga cabai yang semakin "pedas" dalam beberapa waktu ke depan.




