Author Image

Hadi Wibawa

26 September 2026, 05:25 WIB

Bikin Melongo! Antam Borong 9 Ton Emas, Ini Daftarnya!

Redaksibengkulu.co.id – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), atau yang lebih dikenal sebagai Antam, kembali mencatatkan transaksi jumbo di pasar komoditas emas domestik. Perusahaan tambang pelat merah ini dilaporkan telah mengakuisisi sebanyak 9 ton emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2024. Pembelian masif ini menegaskan komitmen Antam dalam memperkuat kemandirian rantai pasok emas nasional.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Emas yang diborong Antam tersebut berasal dari fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) milik PTFI yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. PTFI sendiri merupakan salah satu produsen emas terbesar di Indonesia, didukung oleh sumber daya tambang berskala raksasa dan fasilitas pemurnian yang terintegrasi. Sementara itu, Antam memegang peran krusial sebagai penghubung utama antara pasokan emas dari dalam negeri dengan kebutuhan pasar dan masyarakat luas.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, dalam keterangan tertulisnya, menekankan pentingnya langkah ini. "Realisasi pembelian 9 ton emas dari PTFI sepanjang Januari hingga Agustus 2024 menunjukkan komitmen ANTAM untuk terus meningkatkan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri," ujarnya. Ia menambahkan, sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok emas nasional, sekaligus memastikan bahwa sumber daya mineral Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang optimal di dalam negeri.

Kerja sama jual beli emas antara ANTAM dan PTFI bukanlah hal baru. Kedua entitas telah menjalin kemitraan dengan kapasitas hingga 30 ton emas per tahun, di mana emas yang dihasilkan melalui fasilitas PMR di Gresik memiliki tingkat kemurnian mencapai 99,99%.

Selain dengan PTFI, ANTAM juga secara aktif memperkuat sumber pasokan emas domestik dari berbagai mitra strategis lainnya. Daftar pemasok emas Antam meliputi nama-nama besar seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Agincourt Resources, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), dan PT Indo Muro Kencana (IMK). Diversifikasi pemasok ini merupakan strategi Antam untuk memastikan stabilitas dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan emas nasional.

Bisnis emas memang menjadi tulang punggung kinerja perseroan. Sepanjang semester I-2024, Antam mencatatkan volume penjualan emas sebesar 18.080 kg atau setara 18,08 ton. Nilai penjualan ini mencapai Rp 50,39 triliun, menunjukkan pertumbuhan tipis 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 49,68 triliun. Penjualan emas memberikan kontribusi dominan, sekitar 80% terhadap total penjualan bersih ANTAM pada Semester I-2024 yang mencapai Rp 62,71 triliun. Adapun produksi emas dari tambang milik ANTAM sendiri pada periode yang sama tercatat sebesar 433 kg.

Untung Budiharto kembali menegaskan visi perusahaan untuk masa depan. "Kami ingin memastikan semakin besarnya kebutuhan emas nasional dapat didukung oleh rantai pasok domestik yang kuat sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya emas Indonesia dapat semakin optimal dirasakan di dalam negeri," pungkasnya, menandaskan komitmen Antam terhadap penguatan ekonomi nasional melalui sektor pertambangan.


Related Post