Author Image

Hadi Wibawa

11 Februari 2026, 02:25 WIB

Kinerja Gemilang! Bank Mega Raup Laba Rp 3,36 T, Melonjak 28%!

Redaksibengkulu.co.id – Di tengah gejolak ekonomi dan ketatnya persaingan di industri perbankan, PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) berhasil menorehkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2025. Bank swasta nasional ini mencatatkan laba bersih yang melesat 28% dibandingkan periode sebelumnya, mencapai angka fantastis Rp 3,36 triliun. Pencapaian ini menjadi bukti ketahanan dan strategi bisnis yang efektif di tengah kondisi yang penuh tantangan, termasuk tekanan suku bunga dan persaingan likuiditas.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Laba setelah pajak (PAT) Bank Mega pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp 3,36 triliun, meningkat signifikan dari Rp 2,63 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak (PBT) juga menunjukkan pertumbuhan impresif, mencapai Rp 4,16 triliun, naik dari Rp 3,26 triliun di periode yang sama. Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan Fee Based Income yang melonjak 54% menjadi Rp 2,79 triliun, dari sebelumnya Rp 1,82 triliun, serta implementasi langkah-langkah efisiensi operasional yang disiplin.

Corporate Secretary Bank Mega, Christiana M Damanik, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. "Pencapaian ini merupakan suatu hal yang disyukuri oleh Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian relatif cukup menantang," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/2/2026). Selain laba, total aset Bank Mega juga menunjukkan pertumbuhan positif, naik 4% menjadi Rp 140,83 triliun dari Rp 134,92 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mega tumbuh 4% mencapai Rp 67,23 triliun, dibandingkan Rp 64,65 triliun di tahun sebelumnya. Mayoritas portofolio kredit, sekitar 69% atau Rp 46,30 triliun, disalurkan ke sektor korporasi. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 14%, mencapai Rp 104,13 triliun dari Rp 91,67 triliun. Meskipun deposito masih mendominasi komposisi DPK, saldo CASA (Current Account Savings Account) berhasil tumbuh 2% menjadi Rp 28,14 triliun dari Rp 27,57 triliun. Upaya menjaga cost of fund tetap kompetitif juga berhasil dilakukan, meskipun suku bunga industri perbankan cenderung tinggi.

Kinerja fundamental Bank Mega juga tercermin dari rasio-rasio keuangan yang solid pada tahun buku 2025:

  • Capital Adequacy Ratio (CAR) : 30,49%
  • Return on Assets (ROA) : 3,10%
  • Return on Equity (ROE) : 15,54%
  • Loan to Deposit Ratio (LDR) : 64,48%
  • Non-Performing Loan (NPL) Gross : 1,65%
  • Net Interest Margin (NIM) : 4,18%
  • Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) : 69,12%

Manajemen Bank Mega meyakini bahwa pertumbuhan ini adalah cerminan perbaikan fundamental bisnis. "Ke depan, Bank Mega akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Bank Mega," pungkas Christiana.


Related Post