JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan adanya perubahan signifikan dalam alokasi dana pemerintah terkait program pembukaan rekening gratis bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun. Anggaran yang semula diproyeksikan mencapai Rp 3,84 triliun, kini dipangkas menjadi hanya Rp 1,28 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa penyesuaian anggaran ini dilakukan setelah pemerintah melakukan penyisiran ulang terhadap data calon penerima manfaat. Langkah ini diambil guna memastikan program tepat sasaran.

"Kami melakukan crossing data untuk melihat jumlah warga usia 17 tahun ke atas yang memang belum memiliki rekening," ujar Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).
Also Read
Airlangga memaparkan, rencana awal dengan anggaran Rp 3,8 triliun tersebut ditujukan untuk menjangkau sekitar 76,8 juta warga dengan pemberian saldo awal sebesar Rp 50 ribu. Namun, setelah dilakukan validasi data yang lebih ketat, jumlah penerima yang memenuhi kriteria—yakni warga pada desil 1 hingga 4 dengan usia di atas 17 tahun—teridentifikasi sebanyak 25 juta orang.
"Dengan target 25 juta orang dan setoran awal Rp 50 ribu per orang, maka anggaran yang disiapkan kini menjadi Rp 1,28 triliun," jelasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, data masyarakat yang berhak menerima rekening ini akan dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Proses sinkronisasi data akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa esensi dari program ini bukan sekadar memberikan akses perbankan secara cuma-cuma. Pemerintah menargetkan adanya peningkatan efektivitas dalam penyaluran bantuan sosial serta mendorong masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang lebih produktif.
"Tujuan utamanya adalah mendorong efektivitas penyaluran bantuan dan mendukung kegiatan produktif. Jadi, ini bukan hanya soal pembukaan rekening semata," tambah Airlangga.
Sebagai catatan tambahan, Airlangga juga menyebutkan keberhasilan program rekening pelajar yang telah diikuti oleh 59,18 juta siswa, dengan total akumulasi dana tabungan yang telah terkumpul mencapai angka fantastis, yakni Rp 27 triliun.




