redaksibengkulu.co.id – Langkah besar diambil oleh APP Group dalam upaya memperkuat dominasi produk Indonesia di kancah internasional. Melalui ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, perusahaan raksasa ini sukses mengamankan lima kesepakatan dagang strategis yang akan memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara maju.
Kesepakatan internasional ini mencakup ekspansi besar-besaran ke wilayah Jepang, Italia, Inggris, hingga Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung target pertumbuhan ekspor nasional yang dicanangkan pemerintah.

Pameran TEI 2026 sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan RI dengan mengusung tema ‘The Ultimate Hub for Global Sourcing’. Ajang ini dirancang sebagai platform strategis untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
Also Read
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan bahwa pemerintah tengah bergerak cepat melalui tiga program prioritas guna mendongkrak ekonomi nasional, yakni pengamanan pasar domestik, perluasan akses ekspor, serta gerakan "dari lokal untuk global".
"Kami terus berupaya membuka pintu bagi pasar-pasar baru di berbagai negara, salah satunya melalui penguatan perjanjian dagang," ungkap Budi Santoso dalam keterangan resminya.
Dalam ajang ini, APP Group tampil kuat melalui empat unit bisnis utamanya, yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, dan PT OKI Pulp & Paper Mills. Melalui sinergi jaringan perdagangan globalnya, keempat unit ini berhasil menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pembeli internasional.
Produk-produk unggulan seperti kertas, kemasan, hingga tisu yang dipamerkan menunjukkan kualitas tinggi yang telah menembus lebih dari 150 negara. Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah refleksi dari kepercayaan dunia terhadap kualitas manufaktur Indonesia.
"Kami berkomitmen mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global," ujar Suhendra.
Lebih lanjut, Suhendra menekankan bahwa ekspansi pasar harus berjalan selaras dengan inovasi dan tanggung jawab lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui Sustainability Roadmap Vision 2030, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam seluruh operasional perusahaan demi pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.




