BBM E20 Segera Hadir! 2 Juta Ha Lahan Tebu Disiapkan untuk Energi Masa Depan!

Author Image

Hadi Wibawa

17 September 2026, 00:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menggeber rencana ambisius untuk memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan campuran etanol 20% atau yang dikenal sebagai E20. Targetnya, dalam kurun waktu dua tahun ke depan, produksi E20 sudah dapat terealisasi dan siap digunakan. Untuk mewujudkan visi ini, diperkirakan dibutuhkan lahan seluas 2 juta hektare sebagai sumber bahan baku.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertanian diberi mandat untuk menyiapkan rencana komprehensif terkait pengembangan lahan sebagai bahan baku utama etanol.

BBM E20 Segera Hadir! 2 Juta Ha Lahan Tebu Disiapkan untuk Energi Masa Depan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Zulhas menjelaskan, tebu menjadi pilihan utama sebagai bahan baku paling potensial untuk produksi etanol. Lahan seluas 2 juta hektare yang dibutuhkan tersebut direncanakan akan tersebar di berbagai wilayah strategis, meliputi Pulau Jawa, Sumatera, hingga Papua. Lebih lanjut, Zulhas menyebutkan bahwa Danantara akan memegang peranan penting dalam pembangunan industri pengolahan etanol ini. Pemerintah memiliki target besar agar seluruh kebutuhan etanol untuk E20 di masa mendatang dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi domestik, mengurangi ketergantungan impor.

Meski demikian, Zulhas tidak menampik bahwa ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan krusial dalam merealisasikan target E20 ini. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan pemetaan mendalam terhadap potensi lahan yang ada. "Setelah dipetakan dan ditugaskan kepada BUMN serta Kementerian Pertanian, kemungkinan besar kita akan dapat mengamankan 2 juta hektare lahan yang dibutuhkan itu," ujar Zulhas optimis. Ia juga menambahkan bahwa proyek E20 ini hanyalah langkah awal. "Secara bertahap, kita akan menuju E50, seperti halnya program B50. Namun, fokus utama saat ini adalah E20 sebagai langkah pertama menuju kemandirian energi yang lebih besar," pungkasnya.

Related Post