Redaksibengkulu.co.id – Kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta masih menjadi sorotan. Kondisi ini telah berlangsung sejak akhir Agustus 2025, menimbulkan pertanyaan kapan SPBU tersebut akan kembali melayani konsumen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa seluruh SPBU swasta telah mencapai kesepakatan untuk bernegosiasi dengan PT Pertamina (Persero) terkait pembelian base fuel atau BBM murni. Namun, mengenai kapan tepatnya stok BBM akan kembali tersedia di SPBU swasta, Bahlil menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan urusan bisnis antara SPBU swasta dengan Pertamina.
"Semua yang sudah Business to Business (B2B) dengan Pertamina, pasti Pertamina sudah mempersiapkan itu, dan komunikasinya sudah jalan," ujar Bahlil usai acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

Related Post
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sempat menyampaikan optimisme bahwa stok BBM di SPBU swasta akan kembali terisi pada akhir Oktober. Optimisme ini didasarkan pada negosiasi yang terus berlangsung antara Pertamina dengan Badan Usaha (BU) swasta penyalur BBM.
Terdapat perubahan mekanisme lelang dalam proses negosiasi BBM. Lelang antara Pertamina dengan BU swasta tidak lagi dilakukan serentak, melainkan secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses negosiasi dan menghindari kendala yang muncul akibat perbedaan kesiapan masing-masing BU swasta.
"Jadi nggak satu dikumpul lagi. Jadi nanti masing-masing di-treatment satu-satu. Karena ternyata begitu digabung tuh tiga masuk. Satu udah lolos, satunya mundur. Nah ini proses lelang ini kan nggak bisa terpecah-pecah. Harus menyatu terus. Makanya sekarang diubah," jelas Laode pada Kamis (16/10/2025).
Dengan adanya perubahan mekanisme tersebut, Laode meyakini bahwa proses negosiasi akan membuahkan hasil yang lebih baik. Ia berharap pada akhir Oktober ini semuanya sudah rampung. Masyarakat pun diminta untuk bersabar dan menunggu perkembangan lebih lanjut dari Pertamina dan BU swasta.









Tinggalkan komentar