BBM Naik! Purbaya: Jangan Buru-buru Pindah ke Pertalite!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Juni 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons tegas terkait ajakan masif di media sosial untuk beralih dari Pertamax ke Pertalite. Pernyataan ini muncul menyusul kenaikan harga Pertamax yang kini mencapai Rp 16.250 per liter, di mana Purbaya menegaskan bahwa tidak semua pengguna akan serta-merta berpindah.

Dalam keterangannya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis lalu, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya potensi perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite pasca penyesuaian harga. Meskipun demikian, ia belum merinci perhitungan potensi beban tambahan pada anggaran subsidi BBM akibat fenomena ini. "Kami belum menghitung secara detail potensi tambahan beban subsidi, namun yang jelas, pasti ada persentase tertentu yang akan beralih. Tapi, harapan kami, tidak semua pengguna akan berpindah," jelas Purbaya.

BBM Naik! Purbaya: Jangan Buru-buru Pindah ke Pertalite!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Purbaya menyatakan optimisme bahwa peralihan massal tidak akan terjadi, sehingga dampak terhadap anggaran subsidi BBM diharapkan tidak terlalu signifikan. Ia beralasan, para pengguna Pertamax umumnya memahami spesifikasi dan kebutuhan bahan bakar yang sesuai untuk kendaraan mereka. "Pengguna Pertamax tentu tahu betul jenis bahan bakar yang paling cocok untuk mobilnya," imbuh Purbaya.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menyatakan kewaspadaan tinggi terhadap potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Sebagai langkah antisipasi, Kementerian ESDM berjanji akan memperketat pengawasan terhadap proses distribusi dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa salah satu instrumen yang kini diandalkan adalah sistem QR Code untuk pembelian BBM subsidi. Anggia mengakui adanya celah di mana oknum-oknum tertentu masih mencoba mengakali sistem tersebut. Oleh karena itu, Menteri ESDM telah menginstruksikan Pertamina dan seluruh pihak terkait untuk secara signifikan meningkatkan pengawasan di lapangan guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran," tegas Anggia dari kantornya di Jakarta.

Related Post