Bea Masuk Anjlok di 2026! Ini Biang Keroknya

Bea Masuk Anjlok di 2026! Ini Biang Keroknya

Artikel:

Redaksibengkulu.co.id, BOGOR – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan penurunan target penerimaan bea masuk sebesar 5,7% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, menjadi Rp 49,9 triliun. Penurunan ini menjadi perhatian serius di tengah upaya pemerintah mengoptimalkan pendapatan negara.

 Bea Masuk Anjlok di 2026! Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu, Muhammad Aflah Farobi, mengungkapkan bahwa penyebab utama penurunan ini adalah implementasi perjanjian perdagangan internasional yang mengharuskan penghapusan tarif bea masuk (0%) dengan negara-negara mitra dagang utama, seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).

COLLABMEDIANET

"Bea masuk ini turun sekitar 5,7% dari proyeksi kita di tahun 2025. Hal ini disebabkan dampak dari perjanjian perdagangan internasional, khususnya dengan AS dan UE-CEPA, di mana kemungkinan besar tahun depan bea masuk akan kita nolkan," jelas Aflah dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).

Meskipun nilai impor Indonesia diperkirakan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, tarif efektif bea masuk justru mengalami penurunan. Aflah mencontohkan sektor kendaraan bermotor, di mana impor kendaraan listrik yang semakin meningkat berkontribusi pada penurunan proyeksi bea masuk.

Sebagai informasi tambahan, Indonesia berencana untuk menghapus tarif bea masuk atas komoditas impor dari AS sebagai konsekuensi dari penurunan tarif impor yang diperoleh Indonesia dari AS, dari 32% menjadi 19%, yang telah berlaku sejak Kamis (7/8).

Selain itu, perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga mendorong kedua negara untuk menghapus tarif impor untuk lebih dari 98% jenis tarif dan hampir 99% nilai impor satu sama lain. Kebijakan ini ditargetkan berlaku pada Januari 2027.

Secara keseluruhan, target penerimaan bea dan cukai pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 336 triliun, meningkat 11,4% dibandingkan dengan target tahun ini sebesar Rp 301,6 triliun.

Selain bea masuk, Kemenkeu juga menargetkan penerimaan bea keluar sebesar Rp 42,6 triliun pada APBN 2026, melonjak 852% dibandingkan dengan Rp 4,5 triliun pada APBN 2025. Peningkatan ini didorong oleh proyeksi penguatan harga komoditas, terutama minyak kelapa sawit (CPO).

Sementara itu, target penerimaan cukai adalah Rp 243,5 triliun pada APBN 2026, sedikit menurun 0,3% dibandingkan dengan Rp 244,2 triliun pada APBN 2025.

"Penurunan produksi hasil tembakau juga mempengaruhi penerimaan. Oleh karena itu, kami sekarang menggencarkan pemberantasan rokok ilegal untuk mencegah penurunan (downtrading)," pungkas Aflah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar