Bitcoin Meroket! Inflasi AS Jinak, Rp 1,69 M di Depan Mata?

Bitcoin Meroket! Inflasi AS Jinak, Rp 1,69 M di Depan Mata?

Redaksibengkulu.co.id – Pasar aset kripto kembali bergejolak dengan Bitcoin (BTC) yang menunjukkan performa impresif, melaju pesat mendekati ambang Rp 1,69 miliar. Kenaikan harga aset digital paling populer ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang dianggap moderat, serta sinyal positif dari perkembangan regulasi kripto di Negeri Paman Sam.

Pada Kamis (14/1) lalu, harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 96.232, setara dengan sekitar Rp 1,62 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.909). Meskipun pada Minggu (18/1) terjadi sedikit koreksi sebesar 4,88% ke level US$ 95.020 atau sekitar Rp 1,60 miliar, penguatan secara keseluruhan dalam sepekan terakhir tetap solid. Tak hanya Bitcoin, token Ethereum (ETH) juga turut merasakan dampak positif, menguat 6,92% ke level US$ 3.305 atau sekitar Rp 55,88 juta.

Bitcoin Meroket! Inflasi AS Jinak, Rp 1,69 M di Depan Mata?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pemicu utama kenaikan ini adalah pengumuman posisi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Desember. Data tersebut menunjukkan inflasi inti yang lebih terkendali, dengan CPI AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti AS hanya naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Capaian ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga dalam waktu dekat, sebuah kondisi yang sangat menguntungkan bagi aset berisiko seperti kripto.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, perkembangan regulasi aset kripto di AS juga turut menjadi katalis positif. Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Digital Asset Market CLARITY Act sedang digodok, yang bertujuan untuk memperjelas klasifikasi aset kripto sebagai sekuritas atau komoditas. RUU ini juga akan memberikan kewenangan yang lebih luas kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk mengawasi pasar spot kripto, membawa kepastian hukum yang sangat dinantikan.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyoroti pentingnya kedua faktor ini. "Pasar melihat adanya sinyal yang semakin jelas bahwa tekanan kebijakan moneter mulai mereda, sementara regulasi kripto di AS bergerak ke arah yang lebih konstruktif," ungkap Fyqieh dalam keterangan tertulisnya, dikutip Redaksibengkulu.co.id, Minggu (18/1). Ia menambahkan, "Kepastian regulasi adalah faktor krusial bagi masuknya modal institusional, dan ini yang saat ini mulai diantisipasi oleh pasar."

Secara teknikal, Fyqieh memprediksi Bitcoin masih berpeluang besar untuk menguat menuju level psikologis US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,69 miliar, sepanjang mampu bertahan di atas level support krusial US$ 94.000. Menurutnya, BTC telah berhasil keluar dari fase konsolidasi sejak akhir 2025, menandakan momentum bullish yang kuat.

Arus dana institusional juga menjadi indikator positif. Tercatat, arus dana institusi di ETF Bitcoin spot AS mencapai lebih dari US$ 750 juta dalam satu hari, angka tertinggi sejak Oktober 2025. "Penembusan area US$ 94.000 yang kini menjadi support kuat menunjukkan dominasi pembeli semakin solid. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area psikologis US$ 100.000 tetap terbuka," jelas Fyqieh.

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan stabil di atas US$ 100.000, Fyqieh menilai level tersebut berpotensi berubah menjadi pijakan baru yang kokoh. Dalam skenario ini, peluang terjadinya percepatan "price discovery" atau penemuan harga menuju area yang lebih tinggi terbuka lebih lebar.

Namun demikian, Fyqieh juga mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas. Jika harga BTC cenderung melemah di bawah US$ 100.000, pelaku pasar mungkin akan menyesuaikan diri terhadap peningkatan likuiditas dan melakukan aksi ambil untung. "Karena itu, dalam jangka pendek investor perlu mengantisipasi volatilitas yang lebih tinggi, pergerakan yang sensitif terhadap berita, serta tarik-menarik harga di sekitar US$ 100.000 sampai permintaan benar-benar melampaui tekanan jual atau pasar membutuhkan waktu untuk membangun momentum," pungkasnya, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi dinamika pasar kripto.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar