Bocor! MRT Jakarta Siapkan Kejutan Besar di Blok M!

Author Image

Hadi Wibawa

24 September 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersiap melakukan transformasi besar-besaran pada kawasan Blok M, Jakarta Selatan, melalui konsep ambisius bertajuk "Ultimate Development Blok M." Visi ini bertekad menyulap Blok M menjadi sebuah kawasan mixed-use yang lebih terintegrasi, hidup, dan berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki. M. Iqbal Bimo Arifianto, Division Head Property Management MRT Jakarta, memberikan sedikit gambaran mengenai rencana ini dalam acara Workshop MRT Fellowship 2026 di JB Tower, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).

Saat ini, Blok M telah berkembang pesat sebagai magnet kuliner UMKM, pusat gaya hidup, hingga wadah berbagai aktivitas komunitas, dengan estimasi 25.000 pengunjung harian setelah lebih dari 100 hari aktivasi. Sejalan dengan potensi tersebut dan roadmap pengembangan Transit Oriented Development (TOD), MRT Jakarta berencana membawa Blok M menuju revitalisasi besar yang diperkirakan akan terwujud pada tahun 2025. "Ini bagaimana bertransformasi, tunggu tanggal mainnya, akan menjadi revitalisasi besar. Ini sudah, revitalisasi besar yang bagaimana Blok M ini bisa tumbuh dan TOD-nya tuh lebih nyaman lagi," ujar Bimo, mengisyaratkan perubahan signifikan yang akan datang.

Bocor! MRT Jakarta Siapkan Kejutan Besar di Blok M!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam mengimplementasikan konsep pengembangan ini, MRT Jakarta mengusung pendekatan strategis 3A 1C, meliputi accessibility, amenities, attraction, dan community. Pendekatan ini mencakup penguatan konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas serta ruang publik yang memadai, aktivasi beragam kegiatan di kawasan, serta kolaborasi erat dengan komunitas. Bimo membocorkan, kawasan ini nantinya akan "disulap" menjadi area mixed-use yang semakin terintegrasi dengan kehadiran apartemen, hotel, dan area komersial. Konsep ini juga diarahkan untuk menjadikan Blok M sebagai percontohan terminal modern yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki.

Langkah koordinasi juga telah dijalin dengan sejumlah gedung di sekitarnya, termasuk Blok M Square dan Pasaraya, untuk melihat peluang integrasi dalam pengembangan Ultimate Development Blok M. "Nanti kan akan ada kejutan di beberapa bulan ke depan Blok M Hub akan ada revitalisasi besar, yang kelihatannya mungkin akan ada tower. Nah itu kita akan melakukan pencarian mitra kerja sama, yaitu mungkin ada investor," jelas Bimo, mengindikasikan adanya struktur bangunan baru yang akan menjadi bagian dari transformasi ini.

Rencana pengembangan besar tersebut tentu membutuhkan dukungan investasi yang substansial. Untuk itu, MRT Jakarta gencar mencari mitra strategis dan investor, termasuk dari mancanegara, melalui gelaran TOD Investment Forum 2026 yang berlangsung di Singapura. Forum ini difokuskan sebagai platform utama untuk menarik pendanaan serta membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan TOD dengan negara lain. Bimo menyebutkan, salah satu pihak yang disebut-sebut menunjukkan minat serius berasal dari Hong Kong.

Proyek Ultimate Development Blok M ini tidak terlepas dari strategi MRT Jakarta dalam optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengembangan kawasan berbasis TOD di sekitar simpul transportasi. Selain Blok M, MRT Jakarta juga memiliki sejumlah rencana pengembangan proyek TOD lainnya di sekitar kawasan stasiun, antara lain Kali Besar Heritage, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, hingga Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, dan Mixed Use.

Related Post