Boeing 737 MAX Bermasalah, Masih Aman?

Author Image

Hadi Wibawa

3 Oktober 2026, 20:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat telah mengonfirmasi adanya temuan gangguan pada perangkat lunak (software) terbaru di sejumlah armada Boeing 737 MAX. Meski sempat memicu kekhawatiran, otoritas penerbangan AS tersebut menegaskan bahwa kendala teknis ini tidak mengancam keselamatan penerbangan secara fatal.

Permasalahan ini sebelumnya sempat menjadi sorotan karena diduga dapat memengaruhi prosedur pendaratan pada kondisi tertentu. Sejak bulan lalu, FAA telah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah gangguan pada sistem komputer penerbangan tersebut dapat membahayakan nyawa penumpang.

Boeing 737 MAX Bermasalah, Masih Aman?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan hasil audit menyeluruh, panel ahli keselamatan FAA pada Jumat (2/10) memutuskan bahwa isu perangkat lunak pada unit Boeing 737 MAX tersebut bukan merupakan masalah keselamatan yang kritis. Keputusan ini diambil karena kendali penuh saat proses pendaratan tetap berada di tangan pilot. Selain itu, sistem memberikan indikasi yang jelas dan tidak membingungkan bagi awak pesawat jika terjadi anomali.

"Setelah peninjauan menyeluruh, panel ahli keselamatan FAA menetapkan bahwa masalah perangkat lunak pada komputer penerbangan Boeing 737 MAX tertentu bukanlah masalah keselamatan," tulis FAA dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari CNBC, Sabtu (3/10/2026).

Di pihak lain, pihak Boeing menjelaskan bahwa gangguan ini berpotensi muncul saat pilot melakukan perubahan jalur penerbangan dari program yang telah diatur sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, pilot perlu melakukan langkah tambahan agar sistem otomatis dapat berfungsi kembali dengan normal pada saat pendaratan berikutnya.

Menyikapi situasi ini, FAA akan menerbitkan buletin khusus bagi seluruh maskapai penerbangan. Buletin tersebut berisi panduan teknis mengenai cara mendeteksi serta langkah penanganan yang tepat jika masalah serupa muncul di tengah penerbangan. FAA juga menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil tindakan tegas jika ditemukan data baru yang mengancam keamanan.

Related Post