Bukan Sekadar Candaan! Ini Inti ‘Kealotan’ Menkeu-BI

Author Image

Hadi Wibawa

25 September 2026, 05:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Sebuah pertemuan krusial antara Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti pada Kamis, 24 September 2026, di kantor BI, Jakarta Pusat, menjadi sorotan. Diskusi yang disebut Destry "agak alot" ini ternyata bukan hanya soal hidangan, melainkan menyentuh inti permasalahan ekonomi nasional, mulai dari likuiditas pasar, strategi penerbitan surat berharga, hingga sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Dalam konferensi pers pasca-pertemuan, Destry Damayanti sempat melontarkan candaan yang memecah suasana. "Tadi diskusinya agak alot, biar seru gitu lho. Agak alot karena membahas kering tempenya, kok agak kurang asin," ujarnya sambil tersenyum. Namun, di balik humor tersebut, tersimpan pembahasan serius yang menjadi fokus utama kedua pimpinan lembaga ekonomi tersebut.

Bukan Sekadar Candaan! Ini Inti 'Kealotan' Menkeu-BI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Destry menjelaskan bahwa pertemuan antara pimpinan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan merupakan agenda rutin yang tak terhindarkan. Koordinasi erat ini sangat vital, mengingat kedua institusi tersebut merupakan pilar utama dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Lebih lanjut, Destry memaparkan beberapa isu krusial yang mendominasi meja diskusi. "Intinya memang ada beberapa isu yang kita bahas, termasuk masalah likuiditas, kemudian strategi penerbitan surat berharga pemerintah dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," ungkapnya. Pembahasan ini mencakup upaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan efisiensi pengelolaan utang negara.

Senada dengan Destry, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Sinergi ini, menurut Suahasil, diarahkan secara strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi vital dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Suahasil juga menyoroti kelanjutan kebijakan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini akan terus diimplementasikan secara terukur, melalui koordinasi intensif dengan BI, Himbara, dan Danantara. "Dari sisi fiskal, APBN akan terus menjalankan belanja negara dan operasinya, yang sangat terkait erat dengan peran Bank Sentral, termasuk dana yang ditempatkan di Bank Himbara untuk menciptakan lapangan kerja," jelas Suahasil.

Tak hanya itu, pemerintah dan Bank Indonesia juga secara cermat memantau dinamika pembentukan suku bunga di perekonomian. Suahasil mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan arahan tegas kepada sejumlah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. "Arahan kita jelas, BLU tidak hanya sekadar mengejar tingkat bunga yang setinggi-tingginya dalam pengelolaan dananya," tegas Suahasil, menekankan pentingnya efisiensi dan keberlanjutan.

Related Post