Cabai Merah Bikin Dompet Jebol, Inflasi Naik!

Author Image

Hadi Wibawa

2 November 2026, 11:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis data inflasi terbaru untuk periode Oktober 2026. Berdasarkan catatan resmi, terjadi kenaikan inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,22%, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) merangkak naik dari angka 112,31 pada September menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa pemicu utama lonjakan harga bulan ini berasal dari sektor konsumsi masyarakat. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor penggerak inflasi dengan angka 0,51%, yang memberikan kontribusi sebesar 0,15% terhadap total inflasi.

Cabai Merah Bikin Dompet Jebol, Inflasi Naik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Komoditas yang paling mendominasi kenaikan harga dalam kelompok ini adalah cabai merah, dengan andil inflasi mencapai 0,13%. Selain itu, cabai rawit menyusul dengan andil 0,05%, diikuti oleh tomat sebesar 0,04%," ujar Ateng saat memberikan keterangan di kantor BPS, Jakarta.

Tak hanya bumbu dapur, beberapa sayuran seperti sawi hijau, labu siam, dan sawi putih juga turut menyumbang kenaikan harga meski dalam skala yang lebih kecil. Di luar sektor pangan, tarif angkutan udara juga tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.

Menariknya, di tengah kenaikan harga pangan, terdapat tren penurunan harga pada sektor lain. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi sebesar 0,06%, yang dipicu oleh turunnya harga emas perhiasan.

Jika meninjau dari sisi tahunan (year on year), inflasi tercatat berada di angka 3,23%. Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 4,82%. Beberapa komoditas yang memicu kenaikan harga tahunan meliputi cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, hingga daging sapi.

Selain pangan, sektor transportasi juga memberikan tekanan inflasi tahunan sebesar 4,87%, yang dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif penerbangan, serta biaya perawatan kendaraan. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi tahunan sebesar 4,52%, terutama didorong oleh fluktuasi harga emas perhiasan.

Related Post