Dana Asing Serbu RI, Rp 126 Triliun Masuk!

Author Image

Hadi Wibawa

4 November 2026, 00:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa pasar keuangan Indonesia menunjukkan performa yang impresif dengan masuknya aliran modal asing (capital inflow) dalam jumlah fantastis. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Keuangan, tercatat dana sebesar Rp 126 triliun telah mengalir ke dalam negeri sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa fenomena masuknya modal ini merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa daya tarik utama yang memicu minat investor global adalah instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Dana Asing Serbu RI, Rp 126 Triliun Masuk!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami telah melaporkan kepada Presiden bahwa hingga akhir Oktober kemarin, terjadi inflow sekitar Rp 126 triliun. Ini merupakan perkembangan yang sangat baik bagi kita," ujar Suahasil saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Meski demikian, Suahasil memberikan catatan bahwa kondisi pasar keuangan domestik masih menunjukkan dinamika yang beragam. Di satu sisi, instrumen surat berharga seperti SBN dan SRBI sangat diminati, namun di sisi lain, pasar saham justru mengalami tren sebaliknya. Investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau capital outflow di sektor saham.

"Untuk pasar saham, memang masih terjadi capital outflow dengan berbagai dinamika sejak awal tahun. Kami optimis ke depannya pasar saham akan membaik dan mulai mencatatkan aliran modal masuk," tambahnya.

Pemerintah saat ini tengah fokus melakukan perbaikan iklim pasar modal agar instrumen saham dapat menyamai performa SBN dan SRBI dalam menarik minat investor mancanegara. Selain memperkuat pasar keuangan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan Investasi Asing Langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) yang menyasar sektor riil.

"Fokus utama kami adalah mendorong foreign direct investment, yakni investasi pada proyek-proyek nyata yang langsung berdampak pada sektor riil di Indonesia," tegas Suahasil.

Terkait kondisi global, Suahasil mengakui adanya tekanan sentimen luar negeri yang menyebabkan imbal hasil (yield) SBN mulai mengalami kenaikan. Namun, hal ini tidak menyurutkan minat investor, karena SBN dan SRBI dinilai masih menjadi instrumen yang sangat kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Related Post