Danantara Siapkan Rp17,89 T Selamatkan IHSG!

Author Image

Hadi Wibawa

10 Oktober 2026, 17:46 WIB

JAKARTA – Melansir laporan dari redaksibengkulu.co.id, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi strategis apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap volatilitas pasar, meski dengan catatan kehati-hatian yang sangat tinggi.

Langkah Danantara ini dipandang sebagai angin segar bagi pasar modal tanah air. Pasalnya, IHSG tengah dibayangi risiko pelemahan, terutama jika MSCI memutuskan untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market pada bulan mendatang.

 Danantara Siapkan Rp17,89 T Selamatkan IHSG!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk masuk ke pasar jika terjadi krisis yang dipicu oleh sentimen eksternal yang bersifat sementara.

"Jika terjadi krisis di pasar dan kami menilai hal itu hanya berdasarkan sentimen eksternal yang bersifat sementara, maka kami mungkin akan turun tangan," ujar Rani sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (10/10/2026).

Namun, Rani menekankan bahwa setiap keputusan pembelian saham akan melalui proses due diligence atau uji tuntas yang ketat. Ia menjelaskan bahwa strategi Danantara bukan sekadar untuk menstabilkan pasar, melainkan mencari nilai investasi (value investing).

"Kami membeli karena kami melihat nilai. Sangat bagus ketika pasar sedang tidak menyukai sesuatu namun kami melihat potensi di dalamnya, sehingga kami bisa mendapatkannya di harga yang murah," tambahnya.

Hingga akhir tahun 2026, Danantara telah menyiapkan dana sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17,89 triliun untuk memperkuat investasi di pasar modal domestik. Saat ini, total dana yang dikelola Danantara untuk instrumen saham dan obligasi, baik di dalam maupun luar negeri, telah mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 53,67 triliun.

Terkait tren teknologi, Rani yang memiliki pengalaman di Wall Street ini juga memberikan peringatan mengenai sektor kecerdasan buatan (AI). Meski tidak menganggap AI sebagai gelembung (bubble) yang akan meledak, Danantara memilih untuk tetap waspada dalam melakukan ekspansi di sektor tersebut agar tidak terlambat masuk ke pasar yang sudah terlalu panas.

Di sisi lain, Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Mansury, menjelaskan bahwa target imbal hasil (return) yang dibidik adalah 200-300 basis poin di atas biaya modal.

Mengenai isu penyetoran dividen sebesar Rp 120 triliun kepada pemerintah, Pahala menyebutkan bahwa pihaknya masih dalam tahap diskusi intensif dengan Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. Ada kemungkinan dana dividen tersebut akan dikelola terlebih dahulu untuk mengoptimalkan hasil investasi sebelum disetorkan.

Pahala menegaskan bahwa kehadiran Danantara di pasar bukan bertujuan untuk melakukan intervensi yang merusak mekanisme pasar, melainkan untuk memperdalam ekosistem keuangan dan meningkatkan tata kelola investasi di Indonesia.

Related Post