Dividen Danantara Tak Masuk APBN, Ini Alasannya!

Author Image

Hadi Wibawa

8 Oktober 2026, 11:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati melalui Suahasil Napitupulu, memberikan kepastian terkait pengelolaan dana dividen dari Danantara. Suahasil menegaskan bahwa dividen yang dihasilkan oleh Danantara tidak akan dialokasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik untuk periode tahun ini maupun tahun mendatang.

Dalam keterangannya di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Rabu (8/10/2026), Suahasil menjelaskan bahwa perencanaan anggaran negara saat ini telah disusun tanpa memasukkan komponen dividen dari Danantara. "Saat ini saya sedang mengerjakan APBN 2026 yang tidak mencantumkan dividen Danantara. Begitu juga dengan persiapan APBN 2027, dividen tersebut juga tidak ada di dalamnya," ujar Suahasil.

Dividen Danantara Tak Masuk APBN, Ini Alasannya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Suahasil menekankan bahwa indikator kesuksesan Danantara tidak boleh hanya diukur dari angka nominal atau keuntungan finansial semata. Menurutnya, nilai manfaat yang jauh lebih krusial adalah dampak nyata yang dihasilkan melalui berbagai proyek dan lapangan kerja yang diciptakan bagi masyarakat luas.

"Dividen terpenting dari Danantara bukan sekadar soal uang. Dividen yang paling utama adalah agenda kerja, proyek, dan aktivitas yang dirancang untuk dilaksanakan di tengah masyarakat Indonesia," tambahnya.

Senada dengan Menteri Keuangan, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, turut memperjelas mekanisme pengelolaan keuntungan tersebut. Dony menyatakan bahwa seluruh dividen yang diperoleh akan diputar kembali untuk investasi pada berbagai proyek strategis.

"Sesuai fungsinya, dividen Danantara akan diinvestasikan kembali. Itulah mengapa kita memiliki Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM). Semua itu dikelola untuk pertumbuhan," jelas Dony.

Dony juga menepis isu mengenai rencana penyetoran sebagian dividen ke kas negara. Ia menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menempatkan dana tersebut ke APBN. Menurutnya, skema yang dijalankan adalah menjadikan APBN dan Danantara sebagai dua pilar yang saling mendukung dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional (ending of growth).

Related Post