Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa panggung politik global akan kembali tersorot pada pertemuan puncak dua pemimpin negara adidaya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Keduanya dijadwalkan duduk bersama di Amerika Serikat untuk membahas serangkaian isu krusial, mulai dari ketegangan perang tarif hingga masa depan kecerdasan buatan (AI).
Kunjungan kenegaraan Xi Jinping kali ini bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Melansir laporan BBC pada Kamis (24/9/2026), ini menandai perjalanan pertama Xi ke Negeri Paman Sam dalam lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus menjadi pertemuan ketiganya dengan Trump sejak presiden AS tersebut memulai masa jabatan keduanya. Momen ini dipandang sebagai titik krusial yang akan membentuk dinamika hubungan bilateral dan bahkan geopolitik global.

Berbagai topik panas siap menghiasi meja perundingan. Mulai dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) yang mengubah lanskap teknologi dan ekonomi, isu perdagangan yang memicu perang tarif berkepanjangan, hingga sensitivitas seputar Taiwan yang selalu menjadi duri dalam daging hubungan kedua negara. Konflik di Iran juga disebut-sebut akan menjadi bagian dari diskusi yang intens.
Also Read
Pertemuan tingkat tinggi ini juga bertepatan menjelang berakhirnya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok pada November mendatang, menambah urgensi pada setiap poin pembahasan. Negosiator dari kedua belah pihak diperkirakan akan melanjutkan dialog di Washington tak lama setelah kedatangan Xi. Namun, BBC pesimis bahwa perbedaan pendapat yang menganga lebar antara kedua negara kemungkinan besar tidak akan dapat terjembatani sepenuhnya dalam perundingan yang sarat akan seremoni dan protokol diplomatik tersebut.
Gedung Putih telah mempersiapkan penyambutan istimewa untuk kunjungan Presiden Xi Jinping yang berlangsung dari Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9). Berikut adalah rincian agenda penting yang telah disusun, sebagaimana dikutip dari BBC:
Rabu (23/9): Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan dijadwalkan tiba di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. Kedatangan mereka akan disambut langsung oleh Presiden AS Donald Trump, menandai dimulainya rangkaian acara.
Kamis (24/9): Hari kedua akan menjadi puncak acara. Trump dan Ibu Negara Melania Trump akan menjamu Xi dan Peng di Gedung Putih. Upacara penyambutan resmi akan dilanjutkan dengan inspeksi pasukan militer di Rose Garden. Setelah itu, pertemuan bilateral antara kedua kepala negara akan dilangsungkan, diikuti oleh jamuan makan malam kenegaraan mewah yang dihadiri oleh pejabat tinggi AS dan Tiongkok, serta para pemimpin industri teknologi. Trump dan Xi juga dijadwalkan menyampaikan pidato.
Jumat (25/9): Pada hari terakhir kunjungan, Xi dan Peng akan menghadiri acara minum teh secara pribadi di Gedung Putih bersama pasangan Trump. Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke National Archives (Arsip Nasional), tempat dokumen-dokumen bersejarah pendiri AS seperti Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi disimpan. Setelah itu, Xi dan Peng akan bertolak dari Pangkalan Gabungan Andrews, mengakhiri kunjungan kenegaraan mereka yang penuh sorotan.




