Redaksibengkulu.co.id – Kabar menggembirakan datang dari Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi yang mencengangkan pada kuartal III-2025, mencapai 4,3%. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar, menandakan resiliensi dan kekuatan ekonomi Paman Sam yang signifikan.
Menurut laporan Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Rabu (24/12/2025), Produk Domestik Bruto (PDB) AS, yang merepresentasikan total nilai barang dan jasa yang diproduksi, melonjak tajam selama periode Juli hingga September. Kenaikan ini menjadi sorotan utama mengingat proyeksi awal yang lebih konservatif.
Penyokong utama pertumbuhan ekonomi ini adalah peningkatan konsumsi masyarakat yang melonjak 3,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2025 yang hanya 2,5%. Tak hanya itu, penguatan sektor ekspor dan peningkatan belanja pemerintah juga turut memberikan dorongan signifikan. Konsumsi di sektor swasta juga menunjukkan tren positif, meningkat 3% atau naik 0,1 poin persentase dari periode sebelumnya.

Related Post
Di sisi lain, indikator inflasi kunci yang diawasi ketat oleh Federal Reserve (The Fed), Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), menunjukkan kenaikan 2,8% selama kuartal tersebut. Angka ini termasuk lonjakan 2,9% pada PCE inti (tidak termasuk makanan dan energi), yang menjadi barometer penting bagi kebijakan moneter The Fed. Sementara itu, indeks harga tertimbang berantai, yang turut mempertimbangkan adaptasi konsumen terhadap harga, melonjak 3,8%, melampaui perkiraan hingga satu poin persentase penuh.
Rilis laporan vital mengenai performa ekonomi AS ini sendiri sempat mengalami penundaan. Semula dijadwalkan pada 30 Oktober, penundaan terjadi akibat shutdown pemerintah yang sempat melanda. Bahkan, rilis ini juga menggantikan estimasi kedua yang seharusnya diumumkan pada 26 November. Kinerja ekonomi yang melampaui ekspektasi ini tentu menjadi angin segar bagi pasar global dan memberikan sinyal positif terhadap prospek ekonomi AS di masa mendatang.









Tinggalkan komentar