Redaksibengkulu.co.id – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa performa perdagangan Indonesia menunjukkan tren penguatan yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru, total ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Agustus 2026 telah menyentuh angka US$ 193,64 miliar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,74% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sektor industri pengolahan menjadi motor utama penggerak ekspor nasional dengan nilai mencapai US$ 159,55 miliar, yang menyumbang sekitar 82,40% dari total nilai ekspor secara keseluruhan. Menanggapi tren positif ini, Mendag Budi Santoso menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui tiga pilar program prioritas: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta gerakan "Dari Lokal untuk Global".

"Transformasi Indonesia menjadi eksportir produk manufaktur sudah mulai terlihat nyata. Untuk menjaga momentum ini, Kemendag konsisten menjalankan tiga program prioritas yang telah membuahkan hasil signifikan bagi ekonomi nasional," ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).
Also Read
Perkuat Pasar Domestik dan Lindungi UMKM
Dalam upaya pengamanan pasar domestik, Kemendag berhasil mendorong penetrasi produk lokal melalui sinergi dengan asosiasi ritel. Program belanja nasional ini tercatat telah menggerakkan pasar domestik hingga senilai Rp 259,3 triliun sepanjang Januari-Oktober 2026. Selain itu, sebanyak 6.383 UMKM telah mendapatkan pendampingan untuk masuk ke jaringan ritel modern.
Pemerintah juga menggalakkan Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) untuk meningkatkan kebanggaan terhadap produk dalam negeri. Tak hanya itu, Kemendag juga memberikan fasilitas 4.100 barcode guna memudahkan produk UMKM bersaing di ritel modern. Untuk menjaga stabilitas harga, pemantauan harga kebutuhan pokok (bapok) dilakukan secara harian di 550 pasar di 514 kabupaten/kota melalui sistem SP2KP.
Ekspansi Global dan Kemudahan Perdagangan
Di kancah internasional, Indonesia menunjukkan taringnya melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar US$ 22,94 miliar. Selain itu, Kemendag terus memperluas akses pasar melalui perjanjian dagang internasional. Saat ini, terdapat 25 perjanjian yang sudah berlaku, sementara 13 lainnya tengah dalam tahap perundingan, termasuk rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada akhir tahun 2026.
Guna mempercepat arus perdagangan, Kemendag telah menerapkan sistem otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA) melalui aplikasi INATRADE yang kini sudah mencakup 20 negara, termasuk Uni Emirat Arab.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Melalui program "Dari Lokal untuk Global", Kemendag fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal. Melalui skema business matching, potensi transaksi sebesar US$ 361,55 juta berhasil diraih pada periode Januari-September 2026. Program ini juga menyasar desa-desa melalui program "Desa BISA Ekspor" yang telah membina 787 desa menjadi desa eksportir.
Selain itu, program Campuspreneur juga sukses menjalin 27 kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mendorong mahasiswa dan akademisi menjadi pengusaha muda. "Pemerintah berkomitmen penuh untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar global dan memperkuat ekonomi nasional," tutup Budi Santoso.




