Gaji Lulusan Kuliah di Malaysia Melejit!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Oktober 2026, 08:25 WIB

redaksibengkulu.co.id – Kabar gembira datang dari negara tetangga, Malaysia, yang tengah menyiapkan gebrakan besar terkait kesejahteraan tenaga kerja. Melalui rencana anggaran belanja negara tahun 2027, Pemerintah Malaysia berkomitmen melakukan reformasi upah nasional guna meningkatkan taraf hidup masyarakatnya secara signifikan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi pemerintah MADANI untuk mengangkat martabat setiap warga negara. Dalam rencana tersebut, upah minimum nasional diproyeksikan melonjak dari RM 1.700 (sekitar Rp 7,44 juta) menjadi RM 2.000 (setara Rp 8,75 juta) mulai tahun depan.

Gaji Lulusan Kuliah di Malaysia Melejit!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya menyasar pekerja kasar, kebijakan ini juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan. Malaysia menetapkan standar upah baru bagi pekerja semiterampil serta lulusan perguruan tinggi sebesar RM 2.500 atau kurang lebih Rp 10,94 juta per bulan. Sementara itu, bagi mereka yang bekerja di perusahaan milik negara atau Government-Linked Company (GLC) dan Government-Linked Investment Company (GLIC), standar upah akan naik menjadi RM 3.400 atau sekitar Rp 14,88 juta per bulan.

"Anggaran 2027 yang kami persembahkan adalah langkah krusial dalam upaya berkelanjutan pemerintah MADANI untuk meningkatkan martabat setiap warga Malaysia," tulis Anwar Ibrahim melalui akun Instagram resminya, Sabtu (10/10/2026).

Selain fokus pada kenaikan gaji, pemerintah juga mengalokasikan dana subsidi dan bantuan sosial yang sangat besar, yakni mencapai lebih dari RM 80 miliar atau sekitar Rp 350,26 triliun. Alokasi ini mencakup subsidi bahan bakar sebesar RM 40 miliar serta bantuan melalui Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) senilai RM 3,3 miliar.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, skema bantuan tunai seperti Sumbangan Tunai Rahmah (STR) dan Sumbangan Asas Rahmah (SARA) juga diperkuat dengan total anggaran RM 16 miliar. Melalui program STR, penerima manfaat akan mendapatkan bantuan bulanan sebesar RM 150, yang jika diakumulasikan mencapai RM 1.800 per tahun.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa seluruh langkah ini diambil untuk menekan tekanan biaya hidup yang kian meningkat. Ia memastikan bahwa reformasi ini akan menjamin para mahasiswa dan pekerja mendapatkan upah yang layak.

"Insya Allah, seluruh instrumen pemerintah MADANI akan terus bekerja keras memperkuat ekonomi negara dan memastikan kemakmuran dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Malaysia," pungkasnya.

Related Post