Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan optimisme tinggi terhadap penyelesaian Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon Semarang (CISEM) tahap 2. Ditargetkan rampung secara fisik pada Maret 2026, proyek vital ini diharapkan sudah dapat memulai aktivitas jual beli gas pada Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam keterangannya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026).
Laode menegaskan bahwa Proyek Cisem II berjalan sesuai rencana dan "on target". "Insyaallah tahun ini Maret fisik sudah selesai. Juni sudah boleh jual beli gas," ujarnya, menunjukkan keyakinan penuh akan jadwal yang telah ditetapkan.
Pentingnya proyek Cisem II sebelumnya telah diungkapkan oleh Koordinator Perencanaan Pembangunan ESDM, Sugiarto. Menurutnya, proyek ini akan mewujudkan sistem pipa transmisi gas yang terintegrasi secara nasional, membentang dari Riau hingga Jawa Timur. Jaringan ini diproyeksikan mampu menekan harga gas dengan memperluas akses pasokan dari beragam sumber, termasuk dari wilayah timur Indonesia serta temuan-temuan gas baru di Jawa Tengah. Gas-gas ini kemudian akan disalurkan ke area dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Related Post
Visi jangka panjang proyek ini tidak berhenti di situ. Mantan Sekretaris Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, pernah menyampaikan rencana perluasan jaringan pipa transmisi ke Solo dan Yogyakarta. "Sebagai upaya awal mendorong pengembangan jaringan gas (jargas) melalui pipa transmisi, kami akan memperluasnya dari Cirebon ke Bandung, lalu dari Semarang menuju Solo dan Jogja," jelas Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR pada Rabu (3/9/2025).
Pendanaan untuk kedua proyek transmisi gas ini telah dialokasikan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM, yang dimulai pada tahun 2025 dan berlanjut hingga 2026. Khusus untuk proyek pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sepanjang 132 kilometer, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 865,07 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 10,94 miliar dialokasikan pada tahun 2025, sementara sisanya sebesar Rp 854,13 miliar akan digelontorkan pada tahun 2026.
Sementara itu, proyek pipa transmisi gas Semarang-Solo-Yogyakarta yang membentang sepanjang 148 kilometer membutuhkan anggaran sebesar Rp 895,63 miliar. Alokasi dana untuk tahun 2025 adalah Rp 13,13 miliar, dengan mayoritas anggaran, yakni Rp 882,50 miliar, akan dicairkan pada tahun 2026. Dengan percepatan ini, diharapkan pasokan gas yang lebih stabil dan terjangkau segera menjadi kenyataan bagi masyarakat dan industri di Pulau Jawa.









Tinggalkan komentar