Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini melakukan kunjungan strategis ke Shanghai, Tiongkok, menandai langkah penting Indonesia sebagai salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Dalam kunjungan tersebut, Airlangga mengadakan pertemuan dengan para petinggi dua raksasa teknologi global, Huawei dan ByteDance, untuk menjajaki potensi kerja sama di berbagai sektor kunci, termasuk kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, pengembangan talenta, dan investasi teknologi.
Huawei, yang dikenal dengan keunggulan kapabilitasnya di sektor infrastruktur telekomunikasi, komputasi awan, dan AI, menjadi fokus utama diskusi. Airlangga menekankan posisi Huawei sebagai mitra strategis yang krusial untuk mengakselerasi transformasi digital nasional. Pembahasan mencakup investasi pada infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, percepatan digitalisasi sektor pemerintahan dan UMKM, serta implementasi solusi energi hijau pada pusat data. "Setelah Indonesia resmi menjadi salah satu pendiri WAICO, kami bertekad untuk mewujudkan lompatan signifikan dalam kolaborasi teknologi. Huawei, dengan keahliannya di AI dan infrastruktur, adalah mitra potensial untuk mendukung visi transformasi digital kami," ujar Airlangga, sebagaimana dikutip Redaksibengkulu.co.id.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan ByteDance, Airlangga menyampaikan apresiasi mendalam atas investasi berkelanjutan dan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia, terutama melalui kontribusi Tokopedia dan TikTok Shop yang telah secara signifikan memajukan ekosistem perdagangan digital. Pemerintah Indonesia berambisi memperluas kolaborasi dengan ByteDance untuk mendorong produk UMKM lokal menembus pasar internasional. Lebih lanjut, Airlangga secara khusus mengundang ByteDance untuk menjajaki perluasan kerja sama di bidang AI, termasuk pengembangan Large Language Models (LLM), machine learning, dan AI generatif. "Indonesia menawarkan pasar digital yang masif, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengajak ByteDance untuk mempertimbangkan pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta, dan kolaborasi inovasi yang akan menguntungkan kedua belah pihak," terang Airlangga.
Also Read
Rangkaian pertemuan bisnis strategis ini merupakan manifestasi dari diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia yang berorientasi pada penarikan investasi bernilai tambah tinggi. Melalui kemitraan dengan raksasa teknologi seperti Huawei dan ByteDance, serta peran aktif Indonesia dalam WAICO, diharapkan terjadi percepatan transfer teknologi, penutupan kesenjangan teknologi global (bridging the AI divide), dan penciptaan ekosistem ekonomi digital nasional yang lebih produktif dan berdaya saing di kancah global.




