Geger! 500 Pesawat Airbus A321neo Dihantam Cacat Kualitas

Author Image

Hadi Wibawa

25 September 2026, 08:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, raksasa kedirgantaraan Airbus kembali dihadapkan pada tantangan serius terkait kualitas produknya. Sebanyak kurang lebih 500 unit pesawat andalan mereka, A321neo, terdeteksi mengalami masalah struktural pada bagian badan pesawat. Meskipun demikian, Airbus dengan tegas menyatakan bahwa seluruh armada yang beroperasi saat ini tetap aman untuk penerbangan.

Data yang dihimpun dari sumber terpercaya pada Jumat (25/9/2026) menunjukkan, dari total unit yang terdampak, sekitar 250 pesawat sudah aktif melayani rute penerbangan, sementara 250 unit lainnya masih dalam tahap produksi. Sumber yang dekat dengan investigasi ini juga memastikan bahwa cacat produksi tersebut tidak mempengaruhi varian A321XLR. Masalah ini pertama kali terdeteksi pada musim panas tahun 2025, namun hasil analisis mendalam baru rampung belakangan ini.

Geger! 500 Pesawat Airbus A321neo Dihantam Cacat Kualitas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ini bukan kali pertama Airbus menghadapi isu kualitas serupa. Pada Desember 2025, perusahaan juga melaporkan adanya cacat pada panel badan pesawat yang sempat memicu penundaan pengiriman selama berbulan-bulan. Kali ini, Airbus menjelaskan bahwa masalah terletak pada lapisan pelindung (coating) komponen kerangka memanjang atau stringer di bagian dalam badan pesawat.

Temuan ini didapat saat komponen tersebut sedang menjalani proses pengerjaan ulang di fasilitas produksi Airbus. Meski demikian, produsen pesawat asal Eropa ini mengklaim telah berhasil mengidentifikasi akar masalah dan solusi perbaikan pun sudah tersedia. Sekali lagi, Airbus menekankan bahwa insiden ini murni persoalan kualitas dan tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.

Kendala ini tentu menjadi tantangan signifikan bagi Airbus, terutama mengingat ambisi mereka untuk menggenjot produksi pesawat lorong tunggal (narrow-body) dari sekitar 60 unit menjadi 75 unit per bulan. Meskipun maskapai penerbangan masih terus menerima pengiriman, beredar kabar bahwa regulator penerbangan Eropa berpotensi mengeluarkan aturan wajib yang mengharuskan perbaikan cacat ini dalam batas waktu tertentu, menambah tekanan bagi raksasa kedirgantaraan tersebut.

Related Post