GEGER! Granito Nekat PHK, Pemerintah Siap Ambil Alih!

Author Image

Hadi Wibawa

29 Juni 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah keputusan mengejutkan datang dari pemerintah terkait nasib PT Granito. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah drastis: mengambil alih operasional PT Granito jika perusahaan tersebut tetap memutuskan untuk menutup usahanya dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, meskipun harga gas industri telah diturunkan secara signifikan. Langkah ini diambil demi menyelamatkan ratusan buruh yang terdampak.

Andi Gani menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan karyawan yang telah terlanjur di-PHK dapat kembali bekerja. Saat ini, tercatat 447 anggota KSPSI telah menjadi korban PHK di PT Granito. "Dalam rapat yang kami hadiri kemarin, pemerintah dengan tegas memutuskan bahwa jika pengusaha PT Granito tidak melanjutkan operasionalnya, pemerintah akan mengambil alih," tegas Andi Gani di Kantor KSPSI, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Ia menambahkan, "Jika perusahaan tidak sanggup beroperasi meski harga gas sudah diturunkan secara luar biasa, pemerintah akan mengambil alih demi keselamatan para buruh yang telah di-PHK."

GEGER! Granito Nekat PHK, Pemerintah Siap Ambil Alih!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rencana penyelamatan PT Granito oleh pemerintah akan ditempuh melalui dua skema utama. Pertama, pemerintah dapat mengakuisisi perusahaan tersebut melalui Danantara. Kedua, opsi lain adalah mencarikan investor baru yang bersedia mengambil alih dan melanjutkan operasional PT Granito. "Pemerintah, dalam pertemuan sebelumnya, berencana mengambil alih dengan dua cara: mencari investor baru atau diakuisisi oleh Danantara," papar Andi.

Andi Gani juga menyuarakan keheranannya terhadap keputusan PT Granito yang tetap melakukan PHK. Padahal, pemerintah telah resmi menurunkan harga Liquefied Natural Gas (LNG) dari sebelumnya US$ 20-23 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU. Penurunan harga gas yang mencapai US$ 9 hingga US$ 10 per MMBTU ini seharusnya meringankan beban operasional perusahaan. "Ini menjadi pertanyaan besar bagi saya, mengapa PHK tetap dilakukan? Kami sudah berjuang maksimal, harga gas sudah turun sangat signifikan, jadi masalah Anda apalagi sekarang?" ujarnya dengan nada bertanya.

Untuk mencari titik terang, Andi menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan pimpinan perusahaan PT Granito. Ia berharap dapat memahami akar permasalahan yang sebenarnya. "Apakah ada kesulitan bahan baku atau apa, supaya kita bisa berkomunikasi," kata Andi. Ia menegaskan, jika pengusaha Granito tetap pada keputusannya untuk menutup perusahaan, KSPSI akan terus berupaya mencari jalan keluar dan solusi agar anggotanya tetap mendapatkan pekerjaan.

Related Post