GILA! Trump Ancam Eropa: Greenland atau Tarif 25%!

GILA! Trump Ancam Eropa: Greenland atau Tarif 25%!

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah ultimatum mengejutkan dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 25% kepada delapan negara anggota NATO. Ancaman ini muncul sebagai respons atas ketidaksetujuan negara-negara tersebut terhadap keinginan Paman Sam untuk mengakuisisi Greenland. Tarif tersebut diisyaratkan akan terus meningkat secara bertahap hingga Washington berhasil mencaplok wilayah otonom Denmark itu.

Melalui unggahan di platform media sosial pribadinya, Trump secara eksplisit menyebutkan delapan negara yang menjadi sasaran sanksi ini: Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Britania Raya, Belanda, dan Finlandia. Tarif awal sebesar 10% akan diberlakukan mulai 1 Februari, dan akan melonjak tajam hingga 25% pada 1 Juni mendatang, demikian pernyataan Trump yang dikutip dari laporan CNBC, Senin (19/1/2026).

GILA! Trump Ancam Eropa: Greenland atau Tarif 25%!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sanksi baru ini tidak berdiri sendiri, melainkan akan ditambahkan di atas tarif-tarif yang sudah berlaku untuk produk impor dari negara-negara tersebut. Artinya, pengenaan tarif ini berada di luar kebijakan tarif yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif rata-rata sekitar 15% untuk barang-barang dari Uni Eropa dan sekitar 10% untuk impor dari Britania Raya, dengan variasi tarif berdasarkan sektor. Di sektor-sektor sensitif seperti logam dan beberapa jenis otomotif, langkah-langkah berlapis telah mendorong tarif efektif untuk sejumlah negara ke kisaran belasan hingga dua puluhan persen. Ultimatum Trump kali ini berpotensi besar mengancam perjanjian perdagangan Uni Eropa-AS yang baru disepakati pada Agustus lalu.

COLLABMEDIANET

Yang lebih mencengangkan, Trump mengaitkan ancaman ini dengan klaimnya bahwa kedelapan negara tersebut telah "melakukan perjalanan ke Greenland untuk tujuan yang tidak diketahui." Ia menyebut situasi ini sebagai "sangat berbahaya bagi keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup planet kita." Unggahan Trump tersebut menyiratkan bahwa tarif baru terhadap sekutunya di Eropa diberlakukan sebagai respons terhadap pergerakan pasukan negara-negara tersebut ke Greenland, di tengah pertimbangan pemerintahan Trump untuk menggunakan militer AS dalam mengakuisisi wilayah tersebut.

Negara-negara yang menjadi sasaran ancaman Trump serentak mengecam keras kebijakan tersebut. Mereka menggambarkan penetapan tarif ini sebagai tindakan permusuhan terhadap sekutu militer dekat yang secara fundamental mengancam kemitraan trans-Atlantik yang telah terjalin lama.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, tidak tinggal diam. Ia mengeluarkan teguran keras terhadap ultimatum Gedung Putih, menggambarkan tarif tersebut bukan hanya sebagai sengketa perdagangan biasa, melainkan sebagai "ujian nilai-nilai Barat." Melalui unggahan di Bluesky tak lama setelah pengumuman Trump, von der Leyen menegaskan, "Kami memilih kemitraan dan kerja sama. Kami memilih bisnis kami. Kami memilih orang-orang kami."

Para pemimpin Eropa lainnya juga bersikap tegas. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, pada Sabtu kemarin menyatakan bahwa blok tersebut sedang mengoordinasikan respons bersama terhadap ancaman tersebut. "Uni Eropa akan selalu sangat tegas dalam membela hukum internasional, di mana pun hukum itu berada," kata Costa dalam sebuah konferensi pers, menandakan keseriusan Eropa dalam menghadapi tekanan dari Washington. Situasi ini diperkirakan akan memanaskan hubungan diplomatik dan perdagangan antara AS dan sekutu-sekutu utamanya di Eropa.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar