Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kabar gembira datang dari PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Raksasa rokok ini berhasil mencetak laba bersih yang fantastis hingga September 2025. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
GGRM mencatatkan laba sebesar Rp 1,1 triliun, melonjak 11,85% dari Rp 992,20 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, pendapatan perusahaan mengalami penurunan menjadi Rp 67,23 triliun, atau sekitar 8,8% lebih rendah dibandingkan Rp 73,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 61,02 triliun.
Laba bruto perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp 6,30 triliun, turun 13,88% dibandingkan Rp 7,32 triliun pada kuartal III 2024. Beban usaha tercatat sebesar Rp 4,81 triliun, beban bunga Rp 270,40 miliar, dan beban pajak penghasilan Rp 511,45 miliar. Total aset perusahaan hingga akhir September 2025 mencapai Rp 76,59 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp 14,43 triliun dan ekuitas Rp 62,06 triliun.

Related Post
Sebelumnya, Direktur Gudang Garam, Istata Siddharta, mengungkapkan bahwa industri tembakau sedang menghadapi tantangan. Menurutnya, penurunan laba bersih tidak hanya dialami oleh Gudang Garam, tetapi juga oleh seluruh industri rokok.
Namun, Gudang Garam tetap optimis bahwa pemerintah akan memberikan perhatian terhadap krisis yang melanda industri tembakau. Perusahaan berharap pemerintah akan melakukan perbaikan dalam struktur penetapan cukai tembakau dan menindak pelaku rokok ilegal.
"Kami cukup optimis bahwa pemerintah akan memperhatikan kondisi ini dan akan melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan untuk memperbaiki struktur cukai yang ada dan juga melakukan penindakan buat rokok-rokok tanpa cukai tadi. Dengan penindakan itu kami harapkan juga industri akan menjadi lebih sehat dalam beberapa tahun ke depan," ujar Istata dalam acara Public Expose Live secara virtual.









Tinggalkan komentar