Harga Avtur Melejit, Maskapai Ini PHK Ratusan Orang!

Author Image

Hadi Wibawa

1 November 2026, 23:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa kondisi ekonomi global yang tidak menentu mulai memberikan dampak nyata pada sektor penerbangan. Alaska Air Group, maskapai raksasa asal Amerika Serikat, secara resmi mengumumkan kebijakan pengurangan tenaga kerja dengan memangkas sekitar 200 posisi karyawan non-kontrak.

Langkah pahit ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang sangat drastis serta ketegangan geopolitik dunia yang kian menekan stabilitas keuangan perusahaan. Para karyawan yang terdampak dijadwalkan akan menyelesaikan masa kerja mereka pada 13 November mendatang.

Harga Avtur Melejit, Maskapai Ini PHK Ratusan Orang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

CEO Alaska Air Group, Ben Minicucci, mengungkapkan kekhawatiran mendalam dalam memo internal yang dikirimkan kepada seluruh staf. Ia memperingatkan bahwa jika situasi pasar saat ini tidak segera membaik, perusahaan berisiko menelan kerugian hingga US$ 700 juta pada tahun ini. Jika skenario terburuk terjadi, ini akan menjadi kerugian sebelum pajak terbesar bagi perusahaan sejak era pandemi, atau bahkan sejak tahun 2003.

"Kami harus kembali menerapkan disiplin keuangan yang selama ini menjadi kekuatan utama kami. Saat ini, biaya operasional melonjak jauh lebih cepat dibandingkan dengan pendapatan yang kita peroleh," tegas Minicucci dalam keterangannya.

Meskipun angka pemangkasan ini terlihat besar, juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa kebijakan ini hanya berdampak pada kurang dari 1% dari total 32.500 karyawan Alaska Air. Secara rincian, 125 posisi terdampak di negara bagian Washington dan 48 posisi di Hawaii. Perusahaan juga memberikan jaminan bahwa tidak ada pengurangan bagi karyawan lini depan (frontliner) non-manajemen. Sebagai bentuk tanggung jawab, karyawan yang terdampak akan tetap menerima gaji hingga 31 Desember, lengkap dengan uang pesangon dan dukungan lainnya.

Krisis ini dipicu oleh pembengkakan biaya bahan bakar yang mencapai US$ 1,8 miliar lebih tinggi dari proyeksi awal tahunan. Alaska Air memproyeksikan harga bahan bakar pada kuartal IV akan berada di kisaran US$ 4,65 hingga US$ 4,85 per galon. Angka fantastis ini hampir dua kali lipat dari asumsi awal perusahaan yang hanya menetapkan US$ 2,50 per galon untuk tahun 2026.

Related Post