Harga Telur Naik Padahal Stok Melimpah!

Author Image

Hadi Wibawa

25 Oktober 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan adanya fenomena ganjil di pasar komoditas pangan nasional, di mana harga telur ayam di tingkat konsumen justru melonjak tinggi meskipun produksi di tingkat peternak sedang mengalami surplus besar. Fenomena anomali ini terungkap dalam laporan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat menyampaikan perkembangan inflasi dalam Sidang Kabinet Paripurna di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Mentan mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian harga ini mulai terdeteksi melalui koordinasi rutin mingguan bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang kontradiktif: di satu sisi, produksi telur yang melimpah menyebabkan harga di tingkat peternak anjlok hingga menyentuh angka Rp21.000 per kilogram. Namun di sisi lain, harga di pasar eceran justru meroket melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Harga Telur Naik Padahal Stok Melimpah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Guna mengatasi masalah ini, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis. Mentan telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan frekuensi konsumsi telur dalam program Makan Bergizi Gratis, serta mengupayakan jalur ekspor untuk menyerap kelebihan stok. Meski demikian, lonjakan harga di tingkat konsumen tetap tidak terkendali.

Menyikapi ketidakwajaran ini, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah tegas dengan bersurat kepada Kapolri. Mentan meminta Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas dugaan permainan harga atau praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

"Kami sudah meminta bantuan Kapolri agar pihak-pihak yang bermain di pasar segera ditindak. Kita tidak ingin ada praktik curang seperti kasus beras sebelumnya, di mana harga di pasar jauh melampaui biaya produksi yang seharusnya," tegas Amran.

Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar stabilitas harga pangan kembali normal dan kesejahteraan peternak tetap terjaga di tengah melimpahnya pasokan.

Related Post