redaksibengkulu.co.id – Pasar modal Indonesia kembali dihantam badai pelemahan pada perdagangan Selasa (3/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot tajam sebesar 3,78% dan ditutup di level 4.904,29. Kondisi ini mempertegas tekanan yang tengah membayangi bursa domestik akibat arus keluar modal asing yang masif.
Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan. Di pasar reguler, nilai net sell asing menyentuh angka Rp759,98 miliar, sementara secara keseluruhan mencapai Rp575 miliar. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI, serta meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sektor industri dasar (Basic Industry) menjadi yang paling terdampak dengan koreksi terdalam mencapai 6%. Sejumlah saham blue chip seperti BBRI, BBCA, AMMN, BMRI, dan TLKM turut menyeret indeks ke zona merah. Namun, di tengah kemerosotan ini, terdapat beberapa emiten yang justru menunjukkan performa gemilang.
Also Read
Sorotan Emiten: MKNT Melambung, ADMR Mulai Komersialisasi Aluminium
Meski IHSG lesu, saham MKNT mencuri perhatian dengan lonjakan fantastis sebesar 28,57%. Selain itu, CDIA dan MAPI juga berhasil mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 2,30% dan 2,89%.
Beralih ke kabar emiten, Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) tengah bersiap melakukan ekspansi besar. Perseroan mulai memasuki fase komersialisasi bisnis aluminium melalui smelter Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Langkah ini diprediksi akan memperkuat kinerja keuangan ADMR, mengingat pendapatan perusahaan pada periode Januari-September 2026 telah tumbuh pesat sebesar 85,59% secara tahunan (YoY).
Sementara itu, sektor kesehatan menunjukkan tren positif melalui Siloam International Hospitals (SILO). Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,98% menjadi Rp928,73 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan layanan rawat inap dan ekspansi aset strategis melalui pendanaan sindikasi.
Tak ketinggalan, Indonesia Fibreboard Industry (IFII) kembali memanjakan investor dengan pengumuman dividen interim kedua sebesar Rp5 per saham. Dengan total distribusi mencapai Rp47,06 miliar, IFII menunjukkan komitmennya dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham di tengah fluktuasi pasar.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan berita informatif, bukan merupakan perintah beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan risiko yang ada.




