IHSG Hijau, MDKA & BEEF Gas Pol Ekspansi!

Author Image

Hadi Wibawa

3 November 2026, 08:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada perdagangan Senin (2/11) dengan menutup sesi di zona hijau. Indeks berhasil menguat 0,79% ke level 5.096,83, didorong oleh lonjakan sejumlah saham unggulan seperti BUMI yang melesat 7,56%, BRMS sebesar 6,63%, serta CASA yang naik 4,42%.

Meski demikian, arus modal asing masih menunjukkan tren keluar (net sell) dengan nilai mencapai Rp375,54 miliar di pasar reguler. Secara sektoral, industri dasar (Basic Industry) menjadi primadona dengan kenaikan 2,12%, sementara sektor kesehatan (Health) justru mengalami tekanan hingga terkoreksi 0,64%.

IHSG Hijau, MDKA & BEEF Gas Pol Ekspansi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ambisi Besar MDKA di Tambang Emas Pani

Di tengah geliat bursa, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tengah menyiapkan langkah ekspansi masif di Tambang Emas Pani, Gorontalo. Perusahaan menargetkan lonjakan kapasitas produksi emas yang signifikan, yakni mencapai 500.000 hingga 700.000 ons per tahun. Target ini akan dicapai melalui pengembangan dua fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL).

Saat ini, pembangunan fasilitas CIL Tahap 1 sedang dalam proses konstruksi lanjutan dengan target penyelesaian landasan pada akhir Desember 2026. Kinerja produksi MDKA sendiri menunjukkan tren positif, di mana produksi emas dari Tambang Pani pada kuartal III-2026 melonjak 69% secara kuartalan (QoQ). Secara total, produksi emas MDKA mencapai 50.142 ons pada periode tersebut, dengan proyeksi umur tambang yang diperpanjang hingga tahun 2033.

BEEF Diversifikasi ke Bisnis Susu

Langkah strategis juga diambil oleh Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang memutuskan untuk merambah sektor peternakan sapi perah. BEEF melakukan akuisisi aset di Sukabumi, Jawa Barat, yang meliputi lahan seluas 30,05 hektare, fasilitas peternakan, hingga infrastruktur produksi susu kemasan.

Ekspansi ini merupakan upaya BEEF untuk mengisi celah pasar domestik. Mengingat produksi susu nasional saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20% dari total kebutuhan nasional, BEEF melihat peluang besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Selain fokus pada produksi, BEEF juga berencana mengembangkan konsep wisata edukasi peternakan guna memperkuat lini bisnis agribisnisnya.

Rencana Rights Issue Cipta Perdana Lancar

Sementara itu, Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berencana melakukan aksi korporasi melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan berencana menerbitkan maksimal 8 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Seluruh dana yang dihimpun dari aksi ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat modal kerja, mulai dari pembelian bahan baku hingga biaya distribusi. Namun, perlu dicatat bahwa rencana ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga mencapai 73,73% jika hak memesan efek tersebut tidak digunakan. Rencana ini akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Desember 2026 mendatang.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Related Post