Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan performa yang mengecewakan, terperosok ke zona merah sepanjang waktu dan ditutup melemah signifikan. Pada penutupan pasar, Kamis (24/9/2026), IHSG terparkir di level 6.298,60, anjlok 76,30 poin atau setara dengan penurunan 1,20%.
Sejak bel pembukaan berbunyi, sentimen negatif sudah menyelimuti bursa. IHSG langsung membuka perdagangan di level 6.364,97, tak mampu keluar dari tekanan jual sepanjang hari. Pergerakan indeks menunjukkan fluktuasi terbatas di area negatif, dengan titik tertinggi harian sempat menyentuh 6.368,57 sebelum kembali tertekan, dan mencapai level terendah di 6.287,45.

Total nilai transaksi yang tercatat pada perdagangan hari ini mencapai angka fantastis Rp 11,22 triliun. Aktivitas jual beli ini melibatkan 29,31 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1.656.618 kali transaksi. Dominasi tekanan jual terlihat jelas dari pergerakan saham individual; hanya 188 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas, yakni 462 saham, harus rela ditutup melemah. Sebanyak 144 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti.
Also Read
Pelemahan ini bukan hanya fenomena harian. Secara akumulatif, kinerja IHSG juga menunjukkan tren negatif dalam periode yang lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, indeks ini telah kehilangan 2,54% nilainya. Tren serupa juga terlihat dalam skala bulanan, di mana IHSG tercatat minus 3,42%. Bahkan, jika ditarik dalam rentang enam bulan terakhir, kerugian yang diderita IHSG semakin membengkak hingga 18,31%, menggambarkan tantangan berat yang dihadapi pasar modal.




