IHSG Siap Terbang! Bos Danantara Beri Sinyal Kuat!

IHSG Siap Terbang! Bos Danantara Beri Sinyal Kuat!

Redaksibengkulu.co.id – Optimisme membuncah di kalangan pelaku pasar modal menjelang perdagangan Senin. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menunjukkan tren positif pada perdagangan Senin, 1 Februari 2026. Keyakinan ini didasari oleh langkah-langkah reformasi pasar modal yang tengah digencarkan oleh Indonesia.

Rosan mengungkapkan, dirinya telah berdialog langsung dengan sejumlah investor asing. Dari pertemuan tersebut, ia menangkap respons yang sangat positif terhadap upaya perbaikan ekosistem pasar modal di Tanah Air. Secara khusus, kebijakan free float minimum 15% diapresiasi karena dianggap mampu meningkatkan keterbukaan dan likuiditas saham. Namun, investor juga menyuarakan masukan penting terkait ambang batas keterbukaan kepemilikan saham di atas 5%. Mereka berharap ambang batas tersebut dapat diturunkan menjadi 1-2%, meniru praktik di beberapa negara lain seperti India. "Mereka ingin itu juga diturunkan," tegas Rosan di Bursa Efek Indonesia.

IHSG Siap Terbang! Bos Danantara Beri Sinyal Kuat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sejalan dengan masukan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan delapan rencana aksi konkret untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal Indonesia. Rencana strategis ini mencakup penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, perbaikan tata kelola, hingga sinergi antar pemangku kepentingan guna menciptakan pasar yang lebih sehat dan menarik.

COLLABMEDIANET

Dalam aspek transparansi dan data, OJK menginisiasi beberapa kebijakan krusial. Pertama, kebijakan free float baru yang menetapkan batas minimum kepemilikan saham publik sebesar 15% bagi emiten, sesuai standar global. Kebijakan ini akan berlaku untuk IPO baru, sementara emiten eksisting diberikan masa transisi. Kedua, penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO) dan afiliasi pemegang saham untuk meningkatkan kredibilitas investasi. Ketiga, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diinstruksikan untuk memperkuat data kepemilikan saham agar lebih granular dan andal, termasuk pendetailan tipe investor berdasarkan praktik terbaik global.

Sementara itu, untuk memperkuat tata kelola dan integritas, OJK mendorong demutualisasi Bursa Efek guna mitigasi benturan kepentingan dan perbaikan tata kelola. Penegakan aturan juga akan diperkuat secara tegas dan berkelanjutan terhadap pelanggaran seperti manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan. Selain itu, tata kelola emiten ditingkatkan melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta mewajibkan emiten memiliki penyusun laporan keuangan bersertifikasi Certified Accountant (CA).

Reformasi juga menyentuh pendalaman pasar secara terintegrasi, baik dari sisi permintaan, pasokan, maupun infrastruktur, melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Terakhir, OJK memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder strategis, termasuk pemerintah, Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, dan pihak terkait lainnya, demi mempercepat reformasi struktural pasar modal secara berkesinambungan.

Dengan serangkaian langkah progresif ini, pasar modal Indonesia diharapkan tidak hanya akan rebound dalam waktu dekat, tetapi juga tumbuh menjadi lebih transparan, likuid, dan memiliki integritas tinggi, menarik lebih banyak investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar