IKN Banjir Investasi Triliunan, Ini Rinciannya!

Author Image

Hadi Wibawa

14 Oktober 2026, 23:25 WIB

redaksibengkulu.co.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan taringnya dalam menarik minat investor global maupun domestik. Pada Rabu (14/10/2026), sebuah langkah besar diambil melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup proyek perumahan serta investasi swasta murni di kawasan Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Langkah strategis ini melibatkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan hunian ASN, serta lima investasi langsung dari sektor swasta. Total nilai investasi yang mengalir dalam rangkaian kerja sama ini mencapai angka yang fantastis, mulai dari pembangunan delapan tower rumah susun senilai Rp 2,629 triliun hingga investasi sektor komersial senilai Rp 1,11 triliun.

IKN Banjir Investasi Triliunan, Ini Rinciannya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kemajuan pembangunan Nusantara tidak hanya bertumpu pada dana APBN. Ia menjelaskan bahwa sinergi melalui skema KPBU, investasi swasta, dan hibah menjadi kunci percepatan pembangunan.

"Hari ini kita buktikan bahwa IKN tidak hanya mengandalkan APBN. Ada dua proyek KPBU dan lima investasi swasta yang akan segera memulai pembangunannya. Saya bersyukur pembangunan ini juga akan membuka banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat," ungkap Basuki dalam keterangan resminya.

Rincian Proyek Hunian ASN

Dalam sektor perumahan, fokus utama adalah penyediaan hunian bagi aparatur sipil negara. Proyek pembangunan delapan tower rumah susun akan dikerjakan oleh PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management. Proyek di Wilayah Perencanaan (WP) 1A ini akan menyediakan 288 unit sarusun dengan luas masing-masing 190 meter persegi di atas lahan 6,84 hektare.

Selain itu, sebelumnya telah disepakati kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk untuk membangun 109 unit rumah tapak bagi ASN di WP 1B. Proyek senilai Rp 2,819 triliun ini mencakup lahan seluas 9,17 hektare dengan target penyelesaian pada triwulan IV tahun 2028.

Diversifikasi Investasi: Dari Pangan hingga Mebel

Tak hanya hunian, IKN juga mulai dipadati oleh berbagai sektor usaha lainnya. Berikut adalah rincian investasi swasta yang masuk:

  1. Sektor Pangan: PT Berdikari (Persero) akan membangun proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di WP 3 dengan nilai investasi Rp 177 miliar.
  2. Sektor Kuliner & Fasilitas: PT Laziz Nusantara Grup akan menghadirkan restoran Arab, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B dengan nilai Rp 10 miliar.
  3. Sektor Olahraga & Komersial: PT FYP Karya Perdana akan membangun sarana olahraga "Teras Padu" di KIPP 1A senilai Rp 20 miliar.
  4. Sektor Mebel: PT Java Teak Indo akan membawa nuansa Jepara ke IKN melalui showroom mebel di KIPP 1A dengan nilai investasi Rp 1,5 miliar. Hal ini mendapat apresiasi dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang menyebutnya sebagai kesempatan bagi UMKM daerah untuk berkontribusi.
  5. Sektor Komersial Skala Besar: PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park akan membangun "Grand Vista Nusantara" di KIPP 1B yang mencakup apartemen dan perkantoran dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun.

Melalui berbagai lini investasi ini, wajah Ibu Kota Nusantara diprediksi akan semakin lengkap, tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat ekonomi baru yang dinamis.

Related Post