Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru saja merilis data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk bulan Oktober 2025. Secara umum, industri manufaktur menunjukkan tren positif, namun ada satu sektor yang mengalami kontraksi, yaitu industri tekstil.
IKI Oktober 2025 tercatat sebesar 53,50, naik dibandingkan September 2025 yang sebesar 53,02. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan bahwa dari 23 subsektor industri pengolahan, 22 di antaranya mengalami ekspansi. Industri Pengolahan Tembakau dan Industri Kertas dan Barang dari Kertas mencatatkan nilai IKI tertinggi.
Namun, nasib berbeda dialami oleh industri tekstil. Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, mengungkapkan beberapa faktor penyebab kontraksi di sektor ini. Kenaikan harga jual, pelemahan rupiah yang berdampak pada biaya bahan baku, penurunan ekspor akibat dinamika global, dan faktor musiman menjadi tantangan utama.

Related Post
Rizky mengakui adanya peningkatan impor tekstil, meskipun ia enggan menggunakan istilah "banjir impor". Ia menegaskan bahwa impor yang masuk masih dalam batas wajar dan diperlukan sebagai bahan baku bagi industri garmen yang justru menunjukkan kinerja ekspor yang baik.
Data IKI menunjukkan bahwa variabel pesanan baru dan persediaan produk mengalami peningkatan, sementara variabel produksi justru mengalami kontraksi. IKI ekspor dan domestik masih berada dalam zona ekspansi. Secara umum, kondisi kegiatan usaha pada Oktober 2025 sedikit membaik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan mayoritas responden menyatakan kondisi usahanya stabil atau membaik. Optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan ke depan juga menunjukkan tren peningkatan.








Tinggalkan komentar