Investasi Rp 710 M di Kendal, Ribuan Loker Menanti!

Author Image

Hadi Wibawa

11 Oktober 2026, 14:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi membuka operasional pabrik PT HSG Material Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Langkah strategis ini ditandai dengan suntikan investasi jumbo mencapai Rp 710 miliar yang diproyeksikan mampu menyerap sedikitnya 400 tenaga kerja lokal.

Dalam keterangannya, Airlangga menekankan bahwa kehadiran manufaktur bahan bangunan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekosistem industri di Jawa Tengah. Menurutnya, investasi baru di KEK Kendal akan memperkuat kapasitas produksi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas jangkauan pasar manufaktur Indonesia.

Investasi Rp 710 M di Kendal, Ribuan Loker Menanti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fasilitas produksi milik PT HSG Material Indonesia ini akan memfokuskan pada pembuatan tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi, hingga beton pracetak. Perusahaan menargetkan kapasitas penjualan tahunan yang sangat besar, yakni mencapai 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.

Besarnya kapasitas produksi ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan proyek konstruksi domestik, tetapi juga dipersiapkan untuk merambah pasar ekspor. Kehadiran perusahaan yang merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology ini juga mempertegas hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan China.

Proyek ini merupakan implementasi nyata dari inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP), sebuah kolaborasi pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dan China. Melalui skema ini, diharapkan terjadi transfer teknologi serta integrasi rantai pasok yang lebih kuat antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Tujuannya agar setiap komitmen modal dapat bertransformasi menjadi kegiatan usaha produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

Melihat potensi pasar material konstruksi di Asia Tenggara yang diprediksi mencapai US$ 682 juta pada tahun 2025, keberadaan pabrik di KEK Kendal ini menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Sejak ditetapkan sebagai KEK melalui PP Nomor 85 Tahun 2019, kawasan Kendal terus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang menawarkan kemudahan investasi dan infrastruktur mumpuni di Jawa Tengah.

Related Post