Redaksibengkulu.co.id, Jakarta — Pertumbuhan minat masyarakat terhadap instrumen investasi di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal di tanah air kini telah menyentuh angka fantastis, yakni sebanyak 31,9 juta orang.
Lonjakan ini menandai lompatan besar jika dibandingkan dengan lima tahun silam. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi penambahan sekitar 21,9 juta Single Investor Identification (SID).

"Lima tahun lalu, jumlah investor kita baru berada di angka 10 juta. Namun saat ini, angka tersebut telah tumbuh pesat menjadi 31,9 juta orang," ujar Jeffrey saat memberikan sambutan di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Also Read
Jeffrey menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terjadi secara konsisten setiap bulannya. Untuk menjaga momentum tersebut, BEI berkomitmen melakukan pendalaman pasar, baik melalui penguatan infrastruktur maupun diversifikasi produk. Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah peluncuran ETF Emas guna memberikan lebih banyak pilihan instrumen bagi para investor.
"Segala kebijakan yang kami terapkan bertujuan untuk memperkuat ekosistem keuangan kita, terutama di sektor pasar modal," lanjutnya.
Selain fokus pada pengembangan produk, BEI juga memberikan perhatian serius pada aspek perlindungan investor. Salah satu terobosan besar yang telah dilakukan adalah perubahan regulasi mengenai batas minimum harga saham. Jika sebelumnya saham memiliki batas terendah Rp50, kini mekanisme pasar telah memungkinkan harga terbentuk secara lebih fleksibel hingga Rp1.
Menurut Jeffrey, penghapusan batas minimum harga saham ini merupakan tonggak sejarah penting yang bertujuan untuk menjaga likuiditas pasar agar tetap terjaga dengan baik bagi seluruh pelaku pasar.




