Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Kabar gembira bagi para pengguna transportasi publik di Ibu Kota. PT MRT Jakarta (Perseroda) akan segera merealisasikan pembangunan jembatan pejalan kaki yang sangat dinanti di kawasan Dukuh Atas. Proyek strategis ini, yang bertujuan untuk menciptakan integrasi sempurna antar moda transportasi, direncanakan akan memulai groundbreaking pada Mei atau Juni mendatang.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa proyek ambisius ini merupakan mandat langsung dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kami mendapatkan tugas dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck ini. Tujuannya jelas, untuk menyatukan empat kuadran di simpang Sudirman dan Dukuh Atas yang saat ini belum terhubung," ujar Tuhiyat dalam acara peresmian Tahilalats Station, Rabu lalu.
Jembatan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi publik dan pejalan kaki, dengan harapan dapat signifikan meningkatkan jumlah penumpang (ridership) transportasi umum. Nantinya, fasilitas ini akan menjadi penghubung vital yang mengintegrasikan LRT Jabodebek, Stasiun KRL, hingga Stasiun MRT Dukuh Atas secara mulus.

Related Post
Tuhiyat mencontohkan, saat ini sulit bagi pejalan kaki untuk menyeberang dari sisi BNI menuju Landmark, atau dari BNI ke area lobby Tanjung Karang. "Kondisi terputus ini yang ingin kami atasi dengan pembangunan satu pedestrian deck untuk publik," imbuh Tuhiyat, menegaskan pentingnya aksesibilitas.
Proses desain dan uji tanah (soil test) saat ini sedang dipercepat. "Insyaallah, groundbreaking akan kami lakukan pada pertengahan tahun ini, kemungkinan besar di bulan Mei atau Juni," ungkapnya optimis.
Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menambahkan bahwa proyek ini adalah solusi krusial untuk mengatasi terputusnya akses pejalan kaki di kawasan integrasi tersebut. "Secara keseluruhan, keempat kuadran akan terhubung secara utuh, memudahkan mobilitas masyarakat. Ini akan menciptakan integrasi fisik yang sempurna antara LRT Jabodebek, KRL, Transjakarta, dan MRT," jelas Syafrin. Dengan demikian, masyarakat yang datang dari arah Blora, Jalan Galunggung, hingga Stasiun MRT akan dapat berpindah moda tanpa hambatan, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan nyaman.









Tinggalkan komentar