Jurus Bahlil: Impor Migas? Harga Murah Kunci Utama!

Author Image

Hadi Wibawa

17 September 2026, 20:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara gamblang menyatakan bahwa keputusan impor minyak dan gas bumi (migas), baik dari Rusia maupun Amerika Serikat, akan berlandaskan pada prinsip kehati-hatian, dengan mempertimbangkan secara mendalam kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Prioritas utama pemerintah adalah mencari pasokan dari negara yang mampu menawarkan harga paling kompetitif, demi menjaga kesehatan fiskal nasional.

"Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah mana, itu yang kita akan beli ya," tegas Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Ia melanjutkan, meskipun jaminan pasokan minyak dan gas merupakan elemen krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional, aspek nilai transaksi setiap pembelian tak kalah penting. Ini bertujuan agar beban fiskal negara tetap dalam koridor yang terkendali dan tidak memberatkan.

Jurus Bahlil: Impor Migas? Harga Murah Kunci Utama!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pemerintah Indonesia senantiasa berpikir dan bertindak secara cermat, dengan selalu mempertimbangkan serta memprioritaskan asas-asas keekonomian," jelas Bahlil. "Selain kepastian pasokan, prinsip keekonomian menjadi landasan utama. Artinya, ketersediaan barang memang esensial, namun harus pula bersifat ekonomis agar tidak menimbulkan beban berlebih pada APBN, dan yang terpenting, tidak memberatkan masyarakat terkait harga komoditas yang kita beli," imbuhnya, menekankan pentingnya keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan.

Ketika disinggung mengenai kelanjutan rencana impor pasokan minyak mentah dari Rusia, Bahlil memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Namun, ia memastikan bahwa ketahanan stok minyak mentah (crude) nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. "Saya menyampaikan bahwa ketersediaan crude kita, Insyaallah, aman, termasuk yang berasal dari Rusia. Untuk detail teknis lainnya terkait Rusia, saya akan memberikan penjelasan pada waktu yang lebih tepat," papar Bahlil, memberikan jaminan tanpa merinci lebih jauh.

Demikian pula terkait kelanjutan kesepakatan impor energi dengan Amerika Serikat, baik untuk produk LPG, minyak, maupun Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah secara konsisten akan tetap berpegang pada asas keekonomian. Hal ini untuk memastikan Indonesia dapat memperoleh harga terbaik dan paling menguntungkan dalam setiap transaksi impor yang dilakukan, demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Related Post