Kabar Gembira! Buleleng Bakal Banjir Benih Unggul

Author Image

Hadi Wibawa

6 Oktober 2026, 20:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan langkah akselerasi dalam menjalankan program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh bantuan untuk klaster manggis dan durian, serta fasilitas pendukung lainnya, dapat segera diterima oleh petani secara tepat waktu.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Subsektor Hortikultura, Van Basten Panjaitan, melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan sarana produksi, kelompok tani, hingga kelengkapan dokumen pendukung. Fokus utama monitoring ini adalah menjamin agar distribusi bantuan tidak terkendala oleh masalah teknis di lapangan.

Kabar Gembira! Buleleng Bakal Banjir Benih Unggul
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami ingin memastikan saat benih siap didistribusikan, para petani penerima manfaat juga sudah dalam kondisi siap. Jangan sampai benih sudah tersedia, namun penanaman terhambat karena persiapan di lapangan belum tuntas," ujar Van Basten dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Distribusi Benih Manggis Segera Diluncurkan

Untuk komoditas manggis, Van Basten mengonfirmasi bahwa stok benih telah siap untuk segera dikirimkan. Ia menginstruksikan pihak terkait, mulai dari direktorat hingga kelompok tani, untuk segera menetapkan jadwal distribusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Meskipun benih sudah siap, petani diimbau untuk tetap melakukan persiapan lahan. Mengingat pupuk masih dalam tahap uji mutu, petani disarankan untuk merawat benih manggis di tempat teduh agar kualitasnya tetap terjaga hingga proses penanaman dilakukan.

Ekspansi Lahan Durian di Buleleng

Sektor durian juga mendapatkan perhatian serius dengan total kebutuhan lahan mencapai 310 hektare. Berdasarkan data, penyediaan benih varietas MK Hortimart/Musangking seluas 74,2 hektare telah siap untuk tiga kelompok tani. Selain itu, varietas Oche Banyuwangi (duri hitam) seluas 31,78 hektare juga siap didistribusikan kepada dua kelompok tani.

Namun, untuk varietas Otong seluas 204,94 hektare, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan dari pihak penangkar benih. Van Basten menekankan pentingnya koordinasi cepat agar target pengembangan klaster durian ini tidak meleset dari jadwal.

Dukungan Teknologi dan Administrasi

Selain bantuan benih, Kementan juga menyiapkan fasilitas Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan Soil Microbiology. Saat ini, proyek tersebut tengah dalam tahap pemenuhan dokumen administratif seperti RUKK, RAB, hingga spesifikasi teknis guna menjamin ketertiban administrasi.

Sementara itu, untuk program penangkaran benih bawang merah, Kementan masih menunggu usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dari pemerintah daerah setempat. Van Basten berharap pemerintah daerah dapat segera menyerahkan usulan tersebut agar proses verifikasi dapat segera dilakukan.

"Program ini memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitator, hingga petani. Semua harus bergerak dalam satu irama agar manfaat program HDDAP ini segera dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.

Related Post