KAI Siap Impor KRL Jepang, INKA Tak Cukup?

Author Image

Hadi Wibawa

2 Oktober 2026, 14:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang guna memenuhi kebutuhan transportasi publik yang kian melonjak. Langkah ini muncul sebagai opsi alternatif di tengah keterbatasan kapasitas produksi yang dimiliki PT INKA.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa meskipun pihaknya terus mendorong KAI untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri melalui PT INKA, realita di lapangan menunjukkan adanya kendala kapasitas. Menurutnya, transformasi PT INKA memang sedang berjalan, namun volume produksi saat ini belum mampu mengejar target kebutuhan sarana kereta nasional.

KAI Siap Impor KRL Jepang, INKA Tak Cukup?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kapasitas produksi mereka saat ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kita harus mengambil pilihan-pilihan strategis yang tersedia," ujar Dony saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dony menjelaskan bahwa KAI memiliki agenda besar untuk melakukan elektrifikasi pada sejumlah jalur vital, di antaranya jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, hingga Jakarta-Merak. Proyek ambisius ini menuntut ketersediaan armada KRL dalam jumlah besar dan waktu yang relatif cepat.

"Kami akan mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak dengan kapasitas produksi yang dimiliki INKA. Jika ada selisih atau kekurangan, barulah kita mencari alternatif lain," tambahnya.

Terkait rencana ini, Dony dijadwalkan akan melakukan pertemuan intensif dengan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Fokus pembahasannya adalah melakukan analisis mendalam mengenai perbandingan biaya dan manfaat (cost and benefit) dari rencana impor tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa percepatan transportasi publik tetap berjalan efisien tanpa mengabaikan aspek keuntungan jangka panjang.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, telah menyampaikan usulan pengadaan tambahan armada kepada Komisi VI DPR. KAI membutuhkan setidaknya 23 trainset tambahan untuk mengoperasikan KRL Jabodetabek, yang terdiri dari 7 trainset formasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset formasi 8 kereta (SF8).

Usulan pengadaan KRL, baik dalam kondisi baru maupun bekas dari Jepang, ini didasari oleh lonjakan penumpang yang signifikan. Data menunjukkan bahwa pada semester I-2026, jumlah pengguna KRL Jabodetabek mengalami pertumbuhan sebesar 11,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut KAI untuk segera menambah armada agar pelayanan tetap optimal.

Related Post