JAKARTA – Melansir laporan redaksibengkulu.co.id, Pulau Kalimantan kini diproyeksikan bakal bertransformasi menjadi superhub ekonomi Nusantara yang akan menjadi motor penggerak pemerataan pembangunan di Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendobrak dominasi ekonomi yang selama ini terpusat di wilayah Barat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa penguatan konektivitas antarwilayah serta kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama. Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan dipandang sebagai magnet baru yang mampu menarik ekosistem ekonomi keluar dari Pulau Jawa dan Sumatra.

"Kita tidak hanya bicara soal segitiga baru antara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia, melainkan sebuah ‘segitiga emas’ untuk masa depan," tegas Rachmat sebagaimana dikutip redaksibengkulu.co.id, Sabtu (10/10/2026).
Also Read
Ia menjelaskan bahwa selama ini gravitasi ekonomi Indonesia cenderung tertahan di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga wilayah Sumatra. Namun, kini arah pembangunan mulai bergeser secara masif menuju Kalimantan.
Untuk menyokong ambisi besar tersebut, pemerintah telah menyiapkan enam klaster strategis di wilayah Borneo, di antaranya:
- Teknologi bersih (clean technology).
- Industri farmasi yang terintegrasi.
- Sektor pertanian berkelanjutan.
- Ekowisata dan wisata kesehatan.
- Industri kimia.
- Energi rendah karbon.
Rachmat menekankan bahwa transformasi ini tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal kualitas manusia. Investasi besar pada sektor pendidikan, kesehatan, serta pengembangan keterampilan SDM menjadi syarat mutlak agar pembangunan ini inklusif.
"Transformasi ini wajib menjaga aspek sosial, budaya, dan ketahanan ekologi. Hak masyarakat lokal serta perlindungan sumber daya air harus tetap menjadi prioritas agar pembangunan tetap adil dan berkelanjutan," tambahnya.
Selain itu, pemerintah tengah memprioritaskan penguatan koridor ekonomi Nusantara-Balikpapan-Samarinda, pembangunan jaringan Trans-Kalimantan, hingga optimalisasi konektivitas pelabuhan dan bandara. Sinergi antara infrastruktur digital, energi lintas batas, dan kecerdasan artifisial (AI) juga akan diperkuat guna memastikan Kalimantan siap bersaing di kancah global.




