Komisaris Krakatau Steel Mundur Mendadak!

Author Image

Hadi Wibawa

3 November 2026, 14:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan adanya dinamika baru di jajaran manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Perusahaan baja raksasa tersebut secara resmi mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota dewan komisarisnya, Adityo Haryo Bimo.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis manajemen pada Selasa (3/11/2026), surat pengunduran diri tersebut telah diterima oleh pihak perseroan sejak 1 November 2026. Meski demikian, hingga saat ini pihak Krakatau Steel belum memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan di balik keputusan mendadak Adityo untuk meninggalkan jabatannya.

Komisaris Krakatau Steel Mundur Mendadak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Walaupun terjadi perubahan di level pengawasan, manajemen KRAS memberikan jaminan kepada publik bahwa langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas maupun kegiatan operasional perusahaan secara signifikan.

Adityo Haryo Bimo sendiri diketahui telah mengemban amanah sebagai Komisaris sejak 25 Juni 2025. Sebelum bergabung dengan Krakatau Steel, ia memiliki rekam jejak profesional sebagai Director of Sales di PT Bali Mukti.

Perubahan struktur ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cukup menantang bagi emiten baja tersebut. Merujuk pada data RTI Business, pergerakan harga saham KRAS terpantau mengalami tekanan. Hingga pukul 14.26 WIB, saham KRAS merosot 5,52% ke posisi Rp 154 per lembar saham.

Perlu diingat bahwa KRAS sebelumnya juga telah melakukan perombakan besar-besaran melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 September 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemegang saham menyepakati perubahan struktur pengurus, termasuk penetapan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama menggantikan Muhamad Akbar Djohan.

Selain itu, dalam rangkaian restrukturisasi tersebut, Thomas Christian resmi menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Daniel Fitzgerald Liman, serta pengangkatan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen yang baru.

Related Post