Kopi RI Cetak Sejarah! Miliaran Rupiah Tembus Maroko & China!

Author Image

Hadi Wibawa

19 Juli 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Industri kopi Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Melalui optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil melepas dua kontainer kopi senilai miliaran rupiah ke pasar Maroko dan China. Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, pada Kamis (16/7/2026), menandai babak baru bagi komoditas unggulan Tanah Air.

Total volume ekspor awal ini mencapai 38,4 ton dengan nilai fantastis US$ 227.443,2, atau setara dengan sekitar Rp 4,08 miliar (dengan asumsi kurs Rp 17.942). Rinciannya, satu kontainer kopi Robusta Grade 2 seberat 19,2 ton senilai US$ 71.040 (sekitar Rp 1,27 miliar) dikirim menuju Maroko. Sementara itu, satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash dengan volume yang sama, 19,2 ton, senilai US$ 156.403,2 (sekitar Rp 2,80 miliar) melenggang ke China.

Kopi RI Cetak Sejarah! Miliaran Rupiah Tembus Maroko & China!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak berhenti di situ, Bappebti juga telah menjadwalkan pelepasan delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash lainnya dari gudang yang sama, khusus untuk pasar China. Ekspor lanjutan ini akan menambah total volume 153,6 ton dengan nilai mencapai US$ 1.251.225,60, atau sekitar Rp 22,45 miliar. Keseluruhan capaian ini merupakan indikator kuat keberhasilan optimalisasi SRG dalam mendongkrak daya saing komoditas, memperluas jangkauan pasar global, serta meningkatkan volume ekspor Indonesia secara signifikan.

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (18/7/2026), menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini adalah bukti nyata. "Implementasi SRG yang optimal terbukti mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha," ujar Tirta, penuh optimisme.

Tirta menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi SRG ini adalah buah dari kolaborasi multi-pihak. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, hingga para petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah. Berbagai entitas swasta turut berperan krusial, seperti PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo yang mengelola gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik gudang, serta PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai pusat registrasi SRG. "Sinergi apik antara semua pihak ini menjadi kunci keberhasilan ekspor melalui SRG," imbuh Tirta.

Pentingnya pelepasan ekspor kopi melalui SRG ini terletak pada jaminan mutu yang terjaga, memungkinkan komoditas Indonesia bersaing ketat di pasar internasional. SRG berfungsi sebagai jembatan vital yang menghubungkan langsung petani dan pelaku usaha kopi nasional dengan jaringan pasar global. Ekspansi ke China dan Maroko secara konkret membuktikan tingginya kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas kopi Indonesia, sekaligus membuka peluang diversifikasi pasar ekspor yang selama ini cenderung terfokus pada beberapa negara tujuan saja.

Menatap masa depan, Bappebti berkomitmen penuh untuk terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG. "SRG akan terus kami kembangkan sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kokoh, baik di sektor hulu maupun hilir, sesuai amanat UU No. 9 Tahun 2006 jo UU No. 9 Tahun 2011," jelas Tirta. Dengan SRG, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang semakin kuat, kemudahan akses pembiayaan, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas yang mereka hasilkan.

Related Post